Jakarta, TopBusiness – Bank Syariah (BPRS) Rajasa, Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Lampung Tengah bisa terus berkembang menjadi lembaga keuangan syariah yang kian mendapat kepercayaan masyarakat luas.
Seiring membaiknya kondisi pasca pandemi covid-19, Bank Syariah Rajasa juga bisa terus tumbuh berkesinambungan, baik dari sisi bisnis, pencapaian laba, aset, serta mampu menjaga kualitas pembiayaan pada kondisi sehat.
Peningkatan ini juga tak lepas dari kepercayaan masyarakat atau nasabah yang juga makin tinggi. Meski prinsip pengelolaannya dilakukan dengan sistem syariah, namun bukan berarti hanya umat muslim yang boleh memanfaatkannya. Secara umum semua masyarakat bisa menjadi nasabah atau mendapat layanan dari bank ini.
Sedangkan aktivitas usahanya secara umum mencakup usaha perbankan, menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa tabungan atau deposito, menyalurkan pembiayaan, serta menjalankan usaha perbankan lainnya sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Strategi bisnis (secara Umum), terus berupaya meningkatan layanan pickup service, sosialisasi produk penghimpunan dan penyaluran dana, optimalisasi pelayanan kantor kas/mobil Kas Keliling/Payment Point Mall Pelayanan Publik, peningkatan kompetensi pegawai, serta peningkatan layanan Mobile Banking, QRIS dan Collection Branchless.
BPRS Rajasa, terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dengan tekad, “Menjadi bank terbesar di Lamteng dengan memberikan pelayanan bank dengan prinsip syariah terbaik sebagai mitra perekonomian umat menuju masyarakat madani.”
Secara umum terdapat peningkatan dari sisi bisnis, pertumbuhan aset dan pencapaian laba, manajemen mengembangkan produk tabungan dan pembiayaan serta penerapan KPI kepada seluruh pegawai.
Dengan port folio bisnis dan performa layanan yang makin solid, BPRS Rajasa Lampung Tengah menjadi BPRS milik Pemda pertama di Lampung yang mendapat kepercayaan dan ditunjuk sebagai Bank Penyalur Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Tahun 2023. Hal ini berdasarkan Peraturan Bupati Lampung Tengah Nomor : 59 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengelolaan Kredit Usaha Rakyat Daerah di Kabupaten Lampung Tengah.
“Kepercayaan ini tentu jadi kebanggakan tersendiri bagi seluruh jajaran BPRS Rajasa sekaligus tantangan untuk bisa terus ditingkatkan, sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat untuk kemajuan pembangunan ekonomi di Lampung Tengah,” ungkap Direktur Utama BPRS Rajasa, Herwanto didampingi Direktur Operasional, Irna Puspasari, saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2023”, yang digelar secara virtual, Selasa (15/02/2023).
Dari sisi kinerja bisnis untuk tahun 2022, tercatat Rasio Kecukupan Modal untuk mengukur kecukupan modal bank dalam menyerap kerugian dan pemenuhan ketentuan KPMM yang berlaku (CAR) = 27,52 % (Peringkat 1 ; CAR ≥ 15%).
Rasio Pembiayaan Bermasalah (NPF) = 3,57 % (Peringkat 1 ; ≤ 7% NPF ≤10%). Rasio Efisiensi Operasional (REO/BOPO) = 59,22% (Peringkat 1 ; REO≤83%). Return On Asset (ROA) = 5,91% (Peringkat 1 ; ROA > 1,450%). Cash Ratio (CR) = 71,75 % (Peringkat 1 ; CR ≥ 6%), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) = 101,76% (versi OJK).
Pendapatan penyaluran dana tercapai 106,94% dari rencana. Bagi hasil meningkat cukup tinggi dari rencana yaitu sebesar 55,57%, hal ini disebabkan perubahan pencatatan pada pos laba rugi. Beban operasional mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya pemindahan catatan pada beban operasional lainnya (bonus/margin) pada bank lain dicatat pada bagi hasil kepada pemilik dana. Beban non operasional meningkat sangat tinggi, hal ini disebabkan karna perbedaan peresepsi pencatatan pengelolaan dana CSR dan sumbangan.
Meski dibayangi kondisi sulit akibat pandemi covid-19, perusahaan masih tetap mampu membukukan perolehan laba. Tahun 2022, laba sebelum pajak tercapai 105,97%, estimasi pajak meningkat 1,41% dari rencana. Laba rugi bersih Rp3,013 miliar tercapai 107,01% dari rencana sebesar Rp2,816 miliar.
Kepada dewan juri, Dirut Herwanto juga memaparkan sejumlah inovasi yang telah dijalankan, sehingga mampu mendukung kinerja BPRS Rajasa hingga saat ini. Tim juri terdiri DR. Aldrin Herwany – Akademisi Unpad Bandung (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI New Delhi), Dwinda Ruslan -Yayasan Pengembangan Keungan Ekonomi Mikro (Pakem), Ben de Haan –Senior Advisor PT MSI Group, serta Tendri Supriatno –Chairman CFSD yang dimoderatori oleh Ajhmad Chury (MSI Group)
Adapun inovasi-inovasinya antara lain untuk penetrasi pasar dan memudahkan nasabah, dilakukan strategi jemput bola. Termasuk di pasar-pasar tradisional dan daerah pinggiran untuk memudahkan masyarakat mendapat pelayanan bank ini.
Selain itu juga dilakukan pengembangan sistem IT, seperti Pengajuan pembiayaan melalui WEB Rajasa – WA Blast untuk mengingatkan jatuh tempo angsuran pembiayaan, serta menginformasikan produk BPRS – Transfer ke BPRS melalui Virtual Account bekerjasa dengan vendor CBS dan Bank Umum.
Berbagai inovasi dan capaian positif inilah yang kembali menghantarkan PT BPRS Rajasa Lampung Tengah, tahun ini kembali lolos di babak penjurian untuk penghargaan Top BUMD Awards 2023.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni ”Inovasi dalam membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”. Artinya, selain untuk mendalami keberhasilan kinerja dan layanan yang sudah dicapai, Dewan Juri juga ingin mendalami inovasi-inovasi apa saja yang sudah dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja dan layanan BUMD yang bersangkutan, termasuk inovasi berbasis teknologi digital yang dijalankannya.
Penulis: Ahmad Chury
