Jakarta, TopBusiness—Sebagai BLUD (badan layanan usaha daerah), RSUD Wonosari (Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta) terus mengupayakan beroperasi dengan efisien.
“Dalam hal ini, tentunya kami sekaligus tetap memerhatikan mutu pelayanan,” kata Direktur Utama RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati, hari ini, dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2023, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Heru Sulistyowati mengatakan bahwa dengan status BULD, RSUD Wonosari mendapatkan keleluasaan dalam mengelola keuangan. Termasuk di situ adalah dalam hal mengupayakan efisensi keuangan.
“Kami harus terus mencermati hal-hal mana saja yang bisa lebih efisien,” ia menjelaskan.
Ia mencontohkan efisiensi tersebut. Yakni, ada sejumlah bidang kerja yang semula dikerjakan oleh kalangan eksternal, selanjutnya dikerjakan oleh tim internal. Dan dari situ ada efisensi biaya yang bisa didapatkan RSUD Wonosari.
Di tahun 2023 dan 2023 ini, RSUD Wonosari tidak menggunakan dana APBD atau pun DAK (dana alokasi khusus).
Pendapatan di tahun 2022 senilai Rp126,23 miliar. “Pencapaian ini sebesar 135% dari target yang telah diubah,” dia mengatakan.
Heru Sulistyowati kemudian menjelaskan bahwa, pada saat ini, RSUD Wonosari mendapatkan akreditasi ‘paripurna’ dari KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit). Itu merupakan status akreditasi level tertinggi dari komite tersebut.
Angka Indeks Keselamatan Pasien di RSUD Wonosari kini di 99,05. “Pencapaian ini naik kalau dibandingkan dengan di tahun sebelumnya,” dia menjelaskan.
Untuk tahun 2022, RSUD Wonosari mencatatkan skor 83,57% dalam Indeks Kepuasan Masyarakat.
Sementara, tingkat BOR (bed occupancy rate) RSUD Wonosari ada di 59%. Sebanyak 75% pasien berasal dari BPJS Kesehatan.
“Pada tahun 2022, tingkat kunjungan pasien sudah kembali naik setelah sebelumnya terdampak Covid-19. Walau demikian, tingkat kunjungan tersebut belum seperti sebelum Covid-19,” demikianlah Heru Sulistyowati menjelaskan.
