Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT Perumda Tirta Sakti Kerinci, Andi Tri Putra bertekad akan terus menurunkan tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW) menjadi lebih kecil lagi dalam beberapa tahun medatang. Maklum saja, saat ini posisi tingkat NRW Perusahaan Air Minum dari Jambi itu memiliki NRW sebesar 40,70%.
Meski tingkat NRW tinggi, namun dari sisi cakupan wilayah sudah bagus dengan yakni untuk teknis dan administrasi mencapai 42,79%. Dengan jumlah langganan atau SL di angka 35.010. Adapun kualitas airnya sudah memenuhi syarat, makanya sejak taun 2006 sudah berinovasi memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK).
“Dengan nilai kinerja berdasarkan indikator dari Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementrian PUPR kategori Sehat/Baik. Sementara Nilai Kinerja berdasarkan Indakator Kemendegri juga Baik. Dengan Nilai Kinerja 3,07 di tahun 2021 lalu atau terbaik kedua di Provinsi Jambi,” ujar Andi Tri dalam proses penjurian TOP BUMD Awards 2023 lalu yang digelar Majalah TopBusiness, Selasa (28/2/2023) secara daring.
Perusahaan Air Minum yang pada tanggal 5 Oktober 2023 nanti genap berusia 33 tahun itu, sejatinya dalam kinerja sudah mencapai Break Event Point (BEP). Dan dalam beberapa tahun ini, perusahaan juga terus berkinerja baik dan mampu menyumbang setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemerintah Kabupaten Kerinci, selaku pemegang sahamnya.
Akan tetapi perlu diakui, dalam perjalanannya perusahaan ini banyak menghadapi tantangan. Dijelaskan Andi Tri, setidaknya ada empat tantangan besar, yaitu pertama, belum optimalnya pemanfaatan sarana yang sudah dibangun; kedua, kehilangana air/kebocoran distribusi mencapai 40,7%; masih kurangnya kualitas SDM; biaya operasional tinggi; serta banyaknya pembangunan IPAS desa dan Pamsimas.
“Meski adanya tantangan itu, tapi secara target kinerja berdasar Perda atau penugasan kepala daerah yaitu penurunan NRW, peningkatan pendapatan, serta setoran PAD bagi Pemeritah Daerah sebagian besar sudah tercapai. Jadi, pencapaian kinerja tahun 2021, sebagian besar target yang direncanakan dapat dicapai. Analisa yang dilakukan target bisa tercapai itu karena dukungan dari SDM dan Pemerintah Daerah sedangkan target yang belum tercapai disebabkan oleh pendanaan dan faktor alam,” jelasnya.
“Keberhasilan dari target pencapaian itu seperti dilakukan penggantian jaringan pipa yang sudah tidak layak secara teknis serta adanya inovasi yang dilakukan dengan meningkatkan efesiensi biaya operasional,” imbuh Andi Tri. “Serta dalam penurunan NRW itu dilakukan pembuatan teknologi DMA (Distrik Meter Area) dan percepatan perbaikan kebocoran.”
Keberhasilan lainnya, dia melanjutkan, Perumdam Tirta Sakti Kerinci juga telah mampu mendirikan AMDK sejak tahun 2006 lalu. Juga berhasil mengelola keuangan dengan penerapan efisiensi biaya, sehingga dari tidak bisa memberi PAD bagi Daerah, sekarang sudah menjadi perusahaan penyumbang PAD bagi Daerah.
“Jadi kontribusi kami bagi daerah itu, berupa PAD bagi Pemerintah Daerah yang kami berikan setelah hasil audit dari KAP dan BPKP. Serta turut membantu daerah dalam peningkatan pelayanan publik dan penurunan angka stunting dengan penyediaan air bersih untuk masyarakat.”
“Dengan kondisi demikian, perusahaan masih dapat menutup biaya operasional dengan menggunakan pendapatan yang dihasilakan dan perusahaan juga masih bisa memberikan PAD kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan PP 54 Tahun 2017. Dengan pencapaian pendapatan di tahun 2021 lalu sebesar Rp26.937.264.954,” ujar dia lagi.
