Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan Terdorong Sentimen Global, IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS kemarin ditutup cenderung melemah: Dow Jones turun 0,87%, S&P 500 0,70% dan Nasdaq flat +0,05%. Pelemahan terjadi karena kekhawatiran krisis perbankan yang menyebar ke Eropa dan menekan pasar yang lebih luas. Bank sentral negara Swiss akan memberikan likuiditas Credit Suisse jika diperlukan karena Saudi National Bank (investor terbesar Credit Suisse) mengatakan tidak dapat memberikan pembiayaan lagi.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Minyak turun 4,67% ke level USD 68,4/bbl, CPO naik 0,79% ke level MYR 3.965, emas terpantau naik 0,84% ke level USD 1.925/toz, nikel turun 0,37% ke level USD 22.977 dan batubara turun 3,74% ke level USD 180/ton.
Pada akhir perdagangan kemarin, bursa Asia ditutup naik: Nikkei flat +0,03%, Hang Seng naik 1,52%, Shanghai naik 0,55%, IHSG ditutup turun 0,21% ke level 6.628,1 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.307,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 554,4 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing Rp 1862,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BUMI (Rp 30 miliar), MDKA (Rp 29,8 miliar), dan AMRT (Rp 12,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 200,2 miliar), BBRI (Rp 81,8 miliar), dan ASII (Rp 75,2 miliar). Top leading movers mengeluarkan BMRI, MAPI, ESSA, sementara top lagging mover mengeluarkan SMGR, INTP, ICBP.
Pagi ini pasar regional dibuka pelemahan Nikkei 1,59% dan Kospi 0,91%. “Diperkirakan hari ini IHSG akan bergerak melemah seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
