Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak ke samping.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Berpotensi Bergerak Ke Samping.
Bursa AS ditutup menguat pada Kamis (23/3). Dow Jones +0,23%, S&P 500 0,30% dan Nasdaq 1,01%. Pasar mengakhiri sesi perdagangan yang bergejolak di zona hijau karena para pedagang bertaruh bahwa Fed akan segera mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya, mendorong mereka untuk mulai mengumpulkan saham teknologi (Microsoft, Nvidia, dan Apple semuanya maju).
Pasar komoditas cukup beragam, minyak WTI turun 0,73% menjadi USD 69,5/bbl, batubara naik 0,06% menjadi USD 176,7/ton, nikel turun 1,13% menjadi USD 22.511, dan CPO turun 0,26 menjadi MYR 3.571. Sementara itu, emas naik 1,2% menjadi USD 2.011/toz.
Bursa Asia ditutup mixed pada Kamis (23/3). Nikkei turun 0,17%, Hang Seng naik 2,34%, dan Shanghai naik 0,64%. IHSG mengakhiri sesi Selasa (21/3) di 6.691,6 (+1,20%) dengan net beli asing Rp537,8 miliar di pasar reguler dan net jual asing Rp43,1 miliar di pasar negosiasi. Arus masuk asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BMRI (Rp 349 miliar), diikuti TLKM (Rp 143,4 miliar), dan BBRI (Rp 107,3 miliar)). Outflow asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh GOTO (Rp 97,7 miliar), diikuti oleh UNTR (Rp 24,1 miliar), dan GGRM (Rp 18,3 miliar). Top leading mover adalah BMRI, TLKM, dan BBCA, sedangkan top lagging mover adalah MIKA, INDF, dan UNTR.
Baik Nikkei (-0,21%) dan KOSPI (-0,13%) dibuka lebih rendah pagi ini. “Kami perkirakan sesi sideways untuk IHSG hari ini, mengingat sentimen beragam dari pasar global dan regional.,” demikian tertulis.
