TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Supermicro Pasang Target Jadi Pembuat Server Senilai US$ 10 Miliar

Nurdian Akhmad
26 March 2023 | 17:24
rubrik: Business Info
Supermicro Pasang Target  Jadi Pembuat Server Senilai US$ 10 Miliar

Jakarta, TopBusiness – Super Micro Computer, Inc. (Supermicro) tumbuh sangat cepat dari tahun ke tahun dan telah menetapkan target penjualan tahunannya mencapai US$ 10 miliar.

Supermicro adalah perusahaan teknologi informasi yang berbasis di San Jose, California AS. Ia memiliki operasi manufaktur di Silicon Valley AS, Belanda dan Science and Technology Park di Taiwan. Didirikan pada 1 November 1993, Supermicro adalah penyedia server berkinerja tinggi dan berefisiensi tinggi, perangkat lunak manajemen server, dan sistem penyimpanan untuk berbagai pasar, termasuk pusat data enterprise, komputasi awan, kecerdasan buatan, 5G, dan edge computing.

Keunikan dibandingkan Kompetitornya

Sejak munculnya pasar server X86 tiga puluh tahun yang lalu, Supermicro telah menjadi unik di antara sesama perusahaan yang membuat server.

Pada awalnya, Supermicrohanya membuat motherboard dan komponen lain untuk server sehingga perusahaan lain dapat membuat dan menjualnya.Tetapi akhirnya,  ia membuat sistem lengkap yang dapat dibeli langsung oleh pelanggan.

Supermicro juga menarik karena menjangkau dunia yang sangat berbeda, yaitu produsen peralatan asli (Original Equipment Manufacturer – OEM) dan produsen desain asli (Original Design Manufacturer – ODM). OEM membuat server yang menjualnya ke perusahaan, pemerintah, dan organisasi lain.Sementara ODM bekerja sama dengan hyperscaler dan pembuat cloud untuk merancang bersama mesin yang dipesan lebih dahulu dan kemudian membuatnya untuk mereka.

Pandemi virus corona telah menjadi pedang bermata dua bagi banyak OEM dan ODM, tetapi sangat baik untuk Supermicro karena, dalam banyak kasus, ia memiliki rantai pasokannya sendiri. Ituadalah salah satu alasan mengapa Supermicro mengalami pertumbuhan eksplosif pada tahun 2021 dan 2022, sementara OEM dan ODM lainnya mengalami masalah rantai pasokan.

Memperluas Pabrik ke Asia

BACA JUGA:   Didukung 2nd Gen Intel Xeon Scalable, Kinerja Supermicro X11 Naik Hingga 36%

Pada kuartal kedua kuartal fiskal 2023 yang berakhir pada bulan Desember 2022, dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Minggu (26/3/2023), Supermicro membukukan penjualan US$ 1,8 miliar, naik 53,8 persen, dan laba bersih naik 4,2 kali lipat menjadi US$ 176 juta. Memiliki uang tunai mencapai US$ 305 juta bukanlah jumlah yang kecil.

Apalagi ketika pabrik-pabrik harus selalu diperluas – tidak di satu tempat, tapi di seluruh dunia. Pabrik pembuat komputer Supermicro di Fremont, California, merupakan tempat yang bagus karena dekat dengan begitu banyak bakat teknik dan begitu banyak vendor, Tapi itu mungkin tempat paling mahal di dunia untuk manufaktur.

Meskipun sudah memiliki pabrik di Taiwan dan Belanda (untuk melayani pasar Eropa), Supermicro sedang mencari cara untuk mendapatkan biaya produksi yang lebih murah yang juga dapat melayani pelanggannya di Asia.

“Fasilitas kami di Amerika Serikat masih memiliki kapasitas 40 persen, sementara di Taiwan masih memiliki kapasitas 50 persen untuk tumbuh selama satu hingga dua tahun ke depan,” jelas pendiri dan kepala eksekutif Supermicro, Charles Liang, dalam suatu kesempatan kepada Wall Street.

“Untuk mengakomodasi pertumbuhan yang lebih kuat dalam waktu dekat dan jangka menengah, kampus baru kami di Malaysia yang baru saja dibangun akan mulai memberikan kontribusi margin keuntungan yang lebih baik melalui skala ekonomi dengan lebih banyak pelanggan baru kami yang bervolume tinggi. Saya sangat senang bahwa biaya operasi dan produksi yang lebih rendah dari kampus baru kami di Malaysia akan siap hanya dalam empat hingga lima kuartal,” ungkapnya.

Target Penjualan Tahun 2024

Kembali ke pendapatan dan keuntungan. Untuk tahun kalender 2022, penjualan Supermicro naik sebesar 59,4 persen menjadi USD$6,65 miliar, jadi ini merupakan dua pertiga dari target USD$10 miliar. Dengan hanya pertumbuhan sedikitnya sebesar 20 persen mulai saat ini ke depan, Supermicro akan mencapai penjualan sebesar USD$10 miliar pada akhir tahun kalender 2024, dan jika mampu menekan biaya, labanya akan menjadi sekitar 10 persen dari pendapatan.

BACA JUGA:   Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026

Pada tahun kalender 2021, Supermicro hanya membawa 3 persen dari pendapatan, atau US$ 125 juta, dan jumlah itu tumbuh dengan faktor 4,6X pada tahun kalender 2022 menjadi US$ 578,4 juta. Peningkatan besar pendapatan pada tahun 2022 berasal dari pelanggan hyperscaleryang berbasis di Amerika Utara yang membeli sistem.

Tags: Pembuat serverSuper Micro Computer IncSupermicro
Previous Post

Lancarkan Pasokan Pangan, Pasar Jaya Turut Sukseskan Pengendalian Inflasi DKI

Next Post

Saham Bank Mandiri Diprediksi Naik Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR