TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Salah Satunya Mas Soltan, Ini Program CSR Unggulan dari SBI

Busthomi
2 April 2023 | 20:06
rubrik: CSR, Event
Salah Satunya Mas Soltan, Ini Program CSR Unggulan dari SBI

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (IDX: SMCB) kembali mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar oleh Majalah Top Business. Dalam ajang ini, SBI sendiri memang sudah mendulang penghargaan Bintang 5, sebagai level tertinggi.

Makanya, dalam proses penjurian pun sederet program CSR unggulan dari anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (IDX: SMGR) atau SIG ini patut mendulang apresiasi. Salah satunya program yang disebut Mas Soltan.

Kata Mas Soltan sendiri merupakan kepanjangan dari Sistem Reklamasi Tambang yang Berdampa Sosial dan Berkelanjutan.

“Program ini selaras dengan SDG’s atau TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) 8 yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dengan sasarannya adalah para perempuan usia produktif, pengangguran dari sekitar area operasional SBI Narogong. Makanya kita sebut juga Pusaka atau Perempuan Sadar Berkarya,” ujar CSR Manager SBI, Trayudi Darma saat penjurian TOP CSR Awards 2023, beberapa waktu lalu secara online.

Dalam proses penjurian TOP CSR Awards 2023 ini, Yudi didampingi oleh Ahmad Yunus menjabat CSR Coordinator Region II, Syaifuddin Kiahmad sebagai CSR Coordinator Region I, dan Gilang Pratama selaku CSR General Assistant.

Lebih jauh ditegaskannya, program CSR yang digarap sejak 2021 ini, dilatarbelakangi oleh adanya kondisi sosial masyarakat di sekitar pabrik. Yakni saat ini adanya kondisi pengangguran di usia produktif dan kelompok rentan, lalu diterjang adanya pandemi Covid 19, serta rangkaian program pengamanan area batas tambang.

“Jadi program CSR Mas Soltan ini bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi melalui pengembangan aneka produk turunan atsiri. Dan program ini juga sudah mengadopsi CSV (creating shared value) atau berbagi manfaat bersama. Sehingga bagi perusahaan turut menerima manfaatnya,” tutur dia.

BACA JUGA:   Pertamina Internasional EP Gelar CSR Cirebon

Diuraikannya, untuk manfaat perusahaan sendiri antara lain, dari sisi ekonomi adanya penghematan pupuk untuk reklamasi senilai Rp 1.863.806.023,- (dari MAS SULTAN). Serta untuk aspek sosial manfaatnya berupa sebagai jaring pengaman sosial utamanya batas tambang dan adanya image positif.

Adapun keuntungan bagi masyarakat, dari sisi ekonomi ada penghasilan kelompok sebesar Rp 177.718.200,- dan terserapnya tenaga kerja. Sedang dari sisi sosial angka pengangguran berkurang serta kualitas keterampilan masyarakat meningkat.

“Program ini juga selaras dengan strategi perusahaan yakni social license to operate, penghematan biaya, dan mendukung pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid 19. Dengan manfaat tak langsungnya adanya kebersihan area plant. Dan program klusternya adalah UMKM setempat serta Dewan Atsiri Indonesia,” jelas TD, panggilan akrabnya itu.

Selain Mas Soltan, program CSR lainnya juga masih banyak. Baik itu berupa pengembangan ekonomi sekitar serta program-program yang selaras dengan ISO 26000 SR. Seperti Cibadak Integrated Farming, yakni pemberdayaan petani penggarap lahan bekas tambang SBI untuk menanam, mengolah dan memasarkan produk berbasis Sereh wangi di Cibadak Sukabumi.

Lalu ada Koperasi Dapoer Sampireun, Bogor yakni Sentra UMKM masyarakat sekitar pabrik Narogong. Kemudian, Batik Kutawaru, Cilacap, yakni program alih profesi dari nelayan jaring apung menjadi pembatik. Ada juga English 4 Fun, Tuban, yaitu pembelajaran Bahasa Inggris berbasis komunitas. KUB Damarjati, Cilacap adalah perkumpulan usaha masyarakat di Ruang Terbuka Hijau Damarjati.  

Ada juga Koperasi Syariah Lamlhom yaitu kelompok usaha bersama melalui BUMG untuk bantuan permodalan masyarakat. Serta PUSAKA tadi yaitu untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi melalui  pengembangan aneka produk turunan atsiri.

“Dari program CSR atau tanggung jawab sosial yang dijalankan ini, jumlah penerima manfaat CSR sebanyak 542.411, terdiri dari 164.274 penerima manfaat langsung dan 378.137 penerima manfaat tidak langsung. Dengan tingkat Index Social Licence-nya dari empat pabrik kami adalah Pabrik Lhoknga (58,3%), Pabrik Narogong (50,5%), Pabrik Cilacap (52,3%), dan Pabrik Tuban (48,3%),” beber dia.

BACA JUGA:   Yuk, Intip Program CSR Daur Ulang Sampah Masker dari PLN EPI !

Kebijakan CSR

Dalam hal kebijakan CSR ini, diterangkan Yudi, tak lepas dari kondisi yang ada saat ini. Yaitu seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional, pembangunan infrastruktur yang berperan penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi juga turut mengalami perkembangan pesat.

Banyaknya infrastruktur yang dibangun menyebabkan peningkatan permintaan material bangunan, salah satunya adalah semen. Meski semen telah berkontribusi dalam membentuk banyak bangunan yang ada saat ini, namun material tersebut juga memiliki jejak karbon yang sangat besar.

“SBI percaya pelibatan pemangku kepentingan sebagai penggerak dari perumusan strategi dan pengambilan keputusan oleh perusahaan, termasuk dalam pemetaan isu dan topik dapat meningkatkan competitive advantage Perusahaan yang akan memberikan kami license to operate, license to compete, dan license to innovate,” terangnya.

Sehingga dalam strategi pengelolaan dampak yang ditimbulkannya adalah melalui SBI Cerdas, SBI Sehat, SBI Mandiri, SBI Peduli, dan SBI Lestari. Kelimanya akan menuju kepada Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, Pilar Pembangunan Lingkungan, serta Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola.

“Itu semua mengacu  pada arahan Peraturan Menteri BUMN 05 Tahun 2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara dan Tujuan & Indikator Pilar TPB Bappenas,” katanya.

Sejauh ini, dalam pengoperasiannya, SBI memiliki 4 pabrik semen di Lhoknga, Narogong, Cilacap, dan Tuban serta memiliki lebih dari 30 fasilitas produksi beton jadi. Selain itu, SBI juga didukung dua tambang agregat di Maloko, Jawa Barat dan Jeladri, Jawa Timur. Serta ditopang terminal di Belawan, Lhokseumawe, Lampung dan Pontianak, Palembang.

SBI sendiri memiliki lebih dari 2.500 karyawan. Dengan kapasitas produksi perusahaan mencapai 15 juta ton semen per tahun. Sehingga program CSR yang dikembangkannya itu menyasar kepada masyarakat di sekitar empat pabrik atau area beroperasinya perusahaan tersebut.

Tags: PT Solusi Bangun Indonesia TbkTOP CSR Awards 2023
Previous Post

MedcoEnergi Umumkan Kinerja Keuangan

Next Post

Program CSR Pertamina EP Pangkalan Susu “Perlis Cinta Lingkungan” Hadirkan Desa Bersih dan Sejahtera

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR