TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PAM Jaya Bertekad Tekan Tingkat NRW

Editor
3 April 2023 | 12:58
rubrik: BUMD, Event
PAM Jaya Bertekad Tekan Tingkat NRW

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Resmi mengambil alih pelayanan air minum perpipaan di DKI Jakarta dari Palyja dan Aetra sejak awal Februari 2023, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya mewarisi tingkat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW)  yang cukup tinggi mencapai 46,6%.

Menekan tingkat NRW kini jadi program prioritas, selain melakukan peremajaan pipa yang sudah berumur dan penggantian water meter, juga dilakukan penggunaan sistem teknologi informasi modern.

“Tingginya NRW ini memang tengah menjadi konsen kita saat ini, yang antara lain karena faktor jaringan pipa yang sudah berumur. Karena itu, kita akan  banyak investasi  untuk perbaikan atau penggantian jaringan pipa, termasuk water meter modern. Selain itu, yang tak kalah penting kami juga banyak menginisiasi untuk penggunaan tekologi informasi, seperti  sistem informasi geografis atau Geographic Information System (GIS) untuk monitoring, dan evaluasi jaringan perpipaan serta data pelanggan dengan menggunakan peta digital yang terintegrasi dengan sistem komputerisasi menuju PDAM Smart,” ungkap Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin saat presentasi dan wawancara Penjurian “TOP BUMD Awards 2023” yang berlangsung, Jumat (31/3/2023), secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan Majalah TopBusiness Jakarta.

Arief menambahkan, selama satu tahun terakhir hingga awal Februari 2023 lalu, PAM JAYA telah berupaya keras melakukan masa transisi dan transformasi. “Sebelum mengambil alih  penuh, kami banyak melakukan transisi dan transformasi yang alhamdulillah dapat berjalan dengan baik. Tentu ini juga berkat kerja keras seluruh tim di dalam perusahaan. Melihat hal itu, saya optimis ke depan kita bisa menjalankan operasional dan pelayanan secara optimal,” ungkap Arief.

Ditambahkan, saat ini PAM Jaya memiliki panjang pipa 12.075 Km dengan cakupan layanan 65,85%  serta jumlah pelanggan sebanyak 913.913 .  Dalam hal ini, PAM Jaya terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan dengan menambahkan kapasitas produksi sebesar 10.900 liter per detik (lpd), meningkatkan jaringan pipa hingga lebih dari 4.000 kilometer, sehingga pada 2030, jumlah pelanggan PAM Jaya ditargetkan mencapai lebih dari dua juta (2.006.167).Untuk memperluas cakupan layanan, PAM JAYA terus menambah jumlah lokasi Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dengan melakukan optimalisasi aset.

BACA JUGA:   Kinerja Sehat, Setoran Dividen BPR BKK Karangmalang Meningkat

“Mandat percepatan peningkatan cakupan layanan SPAM DKI Jakarta ini, sesuai Pergub No. 7/2022 mengenai penugasan kepada PAM JAYA untuk melakukan percepatan peningkatan cakupan layanan air minum di Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.

Untuk mencapai target itu, PAM Jaya tahun lalu, di antaranya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Melalui Optimalisasi Aset Eksisting dan Penyediaan Aset Baru dengan Skema Pembiayaan Bundling. Kerja sama ini mengadopsi pola Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan telah mempertimbangkan aspek legalitas dengan pendampingan konsultan bisnis dan unsur legal (ahli hukum).

Arief melanjutkan dari aspek bisnis atau usaha, meski tak luput dari dampak krisis akibat pandemi covid-19 beberapa waktu lalu, namun perusahaan tetap mampu menunjukkan performa yang baik. Misalnya dari sisi asset, tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 22,53% antara lain adanya perolehan capex dan penerimaan PMD (penyertaan modal). Liabilitas Tahun 2022 turun sebesar (54,70%) karena kemampuan PAM JAYA dalam menyelesaikan pembekuan imbalan Palyja.

Ekuitas Tahun 2022 naik sebesar 29,75% antara lain adanya penerimaan PMD dan peningkatan laba tahun berjalan.  Laba bersih meningkat sebesar 116% antara lain adanya kenaikan volume penjualan 7,3 jt M3 dan pendapatan dari penyelesaian pembekuan imbalan Palyja yang  dibekukan sejak Semester 1 Tahun 2010.  Likuiditas PAM JAYA meningkat dari tahun sebelumnya karena adanya peningkatan kas yang berasal dari penerimaan PMD dan Pencairan Deposito. Rasio profitabilitas juga mengalami peningkatan antara lain adanya peningkatan laba sebesar 116% .

Soliditas ini tak lepas dari terobosan dan inovasi, antara lain dalam pemanfaatan teknologi digital. Terdapat beberapa pemanfaatan teknologi informasi yang implementasinya sangat berdampak signifikan bagi peningkatan perusahaan. Antara lain, implementasi Sistem Aplikasi KiMonev (Kinerja Monitoring dan Evaluasi) untuk penyajian data dalam proses monitoring kinerja Perusahaan. Implementasi Sistem TNDE untuk pemberian tugas dan pendelegasian, serta monitoring surat menyurat. Implementasi Sistem Aplikasi Monica (Monitoring CAPEX) untuk monitoring pelaksanaan project di PAM JAYA. Implementasi Sistem HRIS untuk monitoring kehadiran karyawan.

BACA JUGA:   Astra Tol Cipali Wujudkan Kesejahteraan Bersama Lewat CSR

Selain itu, ada implementasi Sistem Aplikasi Pengelolaan Aset Inventory – Maya. (Monitoring Asset PAM JAYA). Implementasi Sistem Aplikasi Agnes (Anngaran dan Reaslisasi ) untuk pengelolaan anggaran. Implementasi Sistem e-procurement PAM JAYA untuk proses pengadaan. Implementasi Sistem Information Laboratorium (SIL) PAM JAYA untuk laboratorium, serta implementasi Office 365 untuk mendukung komunikasi, koordinasi, dan efektivitas pelaksanaan pekerjaan.

Ditambahkan, terkait pengembangan sistem teknologi informasi, PAM JAYA saat ini dalam tahap mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air. Seperti sistem pengukuran otomatis yang memungkinkan pengukuran konsumsi air secara real-time dan sistem pemantauan jaringan pipa air untuk mendeteksi kerusakan atau kebocoran.

“Teknologi ini membantu PAM JAYA untuk mengidentifikasi masalah dan memperbaiki jaringan pipa air dengan lebih cepat,” ujarnya didampingi tim dari Humas (Andi Rahman, M Ilham W), serta Gabryelle – Sekretaris  Perusahaan.

Dalam upaya peningkatan kualitas layanan pelanggan, termasuk kemudahan sistem pembayaran, PAM Jaya saat ini telah bekerjasama dengan kurang lebih 30 payment point (mitra pembayaran) seperti bank, minimarket dan perusahaan courier service.  Selain itu, dalam rangka mewujudkan komitmen akan keterbukaan informasi publik untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai PAM JAYA, perusahaan  juga memberikan layanan PPID melalui website PAM JAYA dan juga loket khusus PPID di kantor pusat PAM JAYA.

“Layanan hotline layanan pelanggan PAM Jaya dapat dihubungi 24 jam nonstop baik melalui telepon maupun website, Hal ini bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan PAM Jaya,” ujarnya.

Penulis: Ahmad Chury

Tags: PAM JayaTOP BUMD Awards 2023
Previous Post

Pasok Uang Tunai Jelang Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Rp49,6 Triliun

Next Post

Anak Usaha Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan ke RI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR