Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG mungkin Bergerak Sideways.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Mungkin Bergerak Sideways Hari Ini.
Saham AS ditutup menguat pada Senin (4/3). Dow Jones +0,98%, S&P 500 +0,37%, dan Nasdaq -0,37%. Pasar menunjukkan beberapa ketahanan meskipun pemotongan produksi minyak sebesar 1,16 juta barel minyak per hari dari OPEC+, yang mungkin memberikan beberapa dorongan untuk inflasi dan kekhawatiran resesi bahan bakar.
Pasar komoditi sebagian besar bergerak naik pada Senin (4/3). Minyak WTI +6,28% menjadi USD 80,42/bbl, Brent 5,00% menjadi USD 84/bbl, batubara 3,63% menjadi USD 200/ton, CPO 3,38% menjadi MYR 3.885, sementara nikel turun 2,88% menjadi USD 23.061 dan emas 0,58% menjadi USD 2.000/toz.
Pasar Asia ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Senin. Kospi -0,18%, Nikkei +0,52%, Hang Seng +0,04%, dan Shanghai +0,72%. IHSG mengakhiri sesi Senin di 6.827,17 (+0,32%) dengan net beli asing Rp590,8 miliar di pasar reguler dan net jual asing Rp104,3 miliar di pasar negosiasi. Arus masuk asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 254,8 miliar), diikuti oleh BBCA (Rp 186,5 miliar), dan BMRI (Rp 82,4 miliar). Outflow asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh ITMG (Rp 53,5 miliar), diikuti UNTR (Rp 48,8 miliar), dan ADMR (Rp 37,2 miliar). Top leading mover adalah BMRI, ASII, dan TPIA, sedangkan top lagging mover adalah GOTO, BBCA, dan TLKM.
Pasar Asia dibuka beragam pagi ini (Nikkei +0,52%, Kospi -0,18%). “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, mengingat sentimen pasar global dan regional yang beragam,” demikian tertulis.
