Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field menjalankan Program Corporate Social Responsibility (CSR) “Jaga Bumi, Jagat Kroya Bersih, Berbudaya dan Mandiri” di Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
“Program Jaga Bumi mulai dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2022 hingga tahun 2026,” kata Andhar Lutfi selaku Head of Comm, Relation & CID dari Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field, dalam sesi Penjurian TOP CSR Awards 2023, Kamis, 06/04/2023 secara daring.
“Program Jaga Bumi merupakan inisiasi program CSR PT Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah secara terpadu melalui Bank Sampah Masyarakat Bersih Sejahtera (MBS),” imbuhnya.
Andhar menyatakan hingga saat ini, Program Jaga Bumi telah memberikan sejumlah manfaat kepada masyarakat setempat dari aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.
TOP CSR Awards diselenggarakan majalah TOP Business didukung sejumlah asosiasi CSR, Asosiasi Bisnis, dan GCG, serta perusahaan konsultan CSR dan Bisnis. Tema yang diangkat dalam TOP BUMD Awards 2023 adalah “Inovasi-Inovasi Program CSR yang Mendukung Tumbuhnya Bisnis Perusahaan Secara Berkelanjutan”.
Dalam Penjurian TOP CSR Awards 2023, Andhar Lutfi didampingi Slamet Achrodi, Ela, Winar, Isyfi SN, dan Andika.
Bertindak selaku dewan juri yaitu Melani K. Harriman dari Melani K. Harriman & Associates; Putri Rahsilaputeri dari Sinergi Daya Prima; AJ Boesra dari Yayasan Kepak Sayapku; dan Sentot Baskoro dari Indo GRC Associates..
Program Jaga Bumi, Jagat Kroya Bersih, Berbudaya dan Mandiri
Kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023, Andhar Lutfi memaparkan latar belakang Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field menjalankan Program Jaga Bumi, Jagat Kroya Bersih, Berbudaya dan Mandiri.
“Menurut Surat Edaran Bupati Indramayu, pada tahun 2021 timbunan sampah di Kabupaten Indramayu sebanyak 402.455 ton/tahun (1.102,62 ton/hari) sedangkan pengelolaan sampah yang dilakukan baru mencapai 60,51%. Sehingga masih ada sampah yang berada di lingkungan seperti di bantaran sungai, badan sungai, sempadan jalan, dibakar, ditimbun dan lain-lain sebanyak 39,49 % (435,46 ton/hari). “
“Sedangkan, profil Desa Kroya yang menjadi lokasi pelaksanaan Program Jaga Bumi, menurut data tahun 2021, jelas Andhar, memiliki jumlah penduduk 7.198 jiwa, luas wilayah 460,535 ha, lahan ertanian 360 ha, dan lahan perkebunan 10 ha
Dari pengamatan yang dilakukan pihak Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field terhadap masyarakat di Desa Kroya, didapatkan sejumlah permasalahan yaitu potensi timbunan sampah sebanyak 3,5 ton perhari. Pengelolaan sampah belum dilakukan secara optimal. Pada umumnya, masyarakat masih membuang sampah sembarangan sehingga dapat menimbulkan tercemarnya lingkungan. Selain itu, sampah juga berpengaruh negatif terhadap aliran air di persawahan yang mengakibatkan tersendatnya aliran irigasi.
“Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field bekerjasama dengan Pemerintah Desa Kroya untuk mendorong kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sampah secara menguntungkan dan berkelanjutan melalui Bank Sampah Masyarakat Bersih Sejahtera (MBS),” ujar Andhar.
Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa tahun 2021, pelaksanaan Program Jaga Bumi berfokus pada sosialisasi program, memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok, menyediakan sarana dan prasarana, mengurus legalitas kelompok, dan memberikan pendampingan.
Program Jaga Bumi memiliki struktur organisasi yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Bagian Pemberdayaan, Bagian Operasional, Bagian Produksi, dan Bagian Teller.
“Legalitas dalam bentuk SK Kepala Desa Kroya, Kec. Kroya, Kab. Indramayu No. 4/2021 tentang Pembentukan Bank Sampah dan Pengurus Bank Sampah,” ungkap Andhar.
“Tahun 2022, pelaksanaan Program Jaga Bumi berfokus pada memberikan pelatihan peningkatan kapasitas, melakukan benchmarking, inovasi produk, perluasan mitra, dan memberikan edukasi pengelolaan sampah,” lanjut Andhar kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023.
Bank Sampah Masyarakat Bersih Sejahtera juga telah memiliki Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Nomor Induk Berusaha yang diterbitkan Menteri Investasi/Kepala BKPM pada 10 Oktober 2022.
Dalam pelaksanaannya, Program Jaga Bumi menghadirkan 2 inovasi. Pertama, MBS Carry bertujuan mengurangi sampah organik dan anorganik. MBS Carry merupakan salah satu layanan pengambilan sampah ke rumah nasabah.
Kedua, MBC Academy bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Dampak Bagi Masyarakat
Menurut Andhar, Program Jaga Bumi, sejak dijalankan tahun 2022 hingga saat ini, telah berdampak positif bagi masyarakat setempat serta menunjang keberlangsungan bisnis perusahaan.
Dari aspek Lingkungan, dari Juni 2022 hingga Desember 2022 terkelolanya sampah rumah tangga lebih dari 22,5 ton per bulan, berkurangnya aktivitas membakar sampah, berkurangnya aktivitas membuang sampah sembarangan, dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Dari aspek Ekonomi, terbukanya peluang kerja bagi masyarakat, dan meningkatnya pendapatan bagi anggota kelompok. Rata–rata pendapatan kelompok Rp5–10 juta per bulan. Rata–rata pendapatan anggota kelompok Rp600 ribu-1 juta per bulan. Pendapatan Retribusi Mitra (PT PDC) dan Pelaku Usaha Rp1 juta-2 juta per bulan. Pendapatan Tabungan, yaitu Rp100 ribu-200 ribu per bulan.
Dari aspek Sosial,terbentuknya satu anggota kelompok bank sampah, terjalinnya komunikasi kelompok dengan stakeholder dan mitra, meningkatnya kerjasama dan gotong royong masyarakat dalam mengelola sampah, dan meningkatnya keharmonisan masyarakat. Saat ini, ada lebih dari 10 mitra yang terlibat dalam Program Jaga Bumi dan 300 nasabah
Dampak lainnya, Desa Kroya juga menjadi Lokasi Khusus Program Unggulan Kecamatan Kroya, Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). “Karena kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan mampu mengubah kawasan kumuh menjadi bersih, sehat dan asri,” ujar Andhar.
Penulis: Teguh IS.
