Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini mungkin sideways.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Mungkin Bergerak Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup bervariasi pada Selasa (11/4). DJIA +0,29%, S&P500 -0,004%, dan Nasdaq -0,43%. Pasar goyah karena investor bersiap untuk data inflasi utama akhir pekan ini.
Di pasar komoditas, CPO naik 1,70% menjadi RM 3.895/ton, begitu pula nikel (+2,13%), emas (+0,64%), batubara (+0,21%), dan Brent (+2,09% menjadi USD 81,53/bbl ).
IHSG naik 0,59% menjadi 6.811,3, dengan pembelian asing bersih sebesar Rp492,7 miliar di pasar reguler dan Rp98,3 miliar di pasar negosiasi.
Outflow asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh GOTO (Rp 103 miliar), diikuti oleh BMRI (Rp 55,4 miliar), dan INCO (Rp 21,9 miliar). Arus masuk asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 179 miliar), diikuti oleh BBCA (Rp 165,4 miliar), ANTM (Rp 111,9 miliar), dan HMSP (Rp 18,1 miliar).
Penggerak terkemuka teratas adalah GOTO, ASII, dan MDKA, sedangkan penggerak tertinggal teratas adalah ITMG, UNVR, dan LPPF.
Bursa saham Asia dibuka beragam pagi ini, Nikkei +0,35% dan Kospi -0,20%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, mengingat sentimen beragam dari pasar global dan regional,” demikian tertulis.
