Jakarta, TopBusiness – PT Tirta Investama Plant Subang (Aqua Subang) memiliki komitmen besar untuk menjadi perusahaan hijau dan serta berkontribusi pada peningkatan masyarakat di sekitar operasional pabrik. Karena itu, Aqua Subang kemudian mewujudkannya melalui berbagai program, termasuk program pemberdayaan masyarakat.
Seperti misalnya, program di bidang konservasi air, peningkatan akses air bersih dan penyehatan lingkungan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Selain itu juga pada bidang pertanian berkelanjutan serta pengelolaan sampah.
Menurut Kepala Pabrik PT Tirta Investama Plant Subang Dwi Nofriyadi, semua program yang dilaksanakan perusahaan melibatkan masyarakat. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Dengan melibatkan masyarakat, maka masyarakat sendiri dapat menerima manfaat program yang dilaksanakan sehingga program dapat berkelanjutan.
“Semua program juga diselaraskan pada strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Selain itu juga diselaraskan dengan komitmen Danone Indonesia, yaitu mengelola sumber daya air melalui konsep Zero Plush Water Balance”, kata Dwi Nofriyadi.
Konservasi DAS Cipunagara Sebagai Program Unggulan
Menurut Dwi Nofriyadi kembali, dari semua program yang ada, terdapat satu program unggulan. Program tersebut adalah Program Konservasi di DAS Cipunagara. Program ini dilaksanakan di Recharge Area Pabrik AQUA Subang 1.286,4 Ha. Lokasi ini merupakan bagian dari Recharge Area DAS Cipunagara Kabupaten Subang yang meliputi 5 desa. Desa Cibeusi, Desa Nagrak, Desa Cibitung, Desa Palasari dan Desa Sanca Kec. Ciater.
Dalam program ini, Aqua Subang juga melakukan pendampingan pada 5 kelompok. Seperti misalnya pada: Ekowisata Hutan Adat Banceuy, Kelompok Tani Hutan, dan Budidaya Lebah Madu.
Secara umum, program Konservasi di DAS Cipunagara dihadirkan untuk mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air. Ia dihadirkan agar lingkungan dan sumber air tetap lestari dan berkelanjutan (integrated water resources management).
Ada 3 tujuan dilaksanakannya program ini. Pertama. Bertanggung jawab, dengan mengelola Dampak Keputusan/ Operasional Bisnis yang ditimbulkan. Kedua. Konsep Desa Ramah Air Hujan (DeRAH) bertujuan untuk membantu mengurangi potensi bencana hidrologi serta meningkatkan cadangan air tanah. Ketiga. Berkontribusi dalam Pembangunan Berkelanjutan.
Hadirkan Banyak Manfaat dari Program CSR
Dengan hadirnya program CSR Aqua Subang, banyak dampak positif yang dirasakan. Baik untuk perusahaan maupun Stakeholders. Bagi perusahaan misalnya, dampak positifnya adalah terpenuhinya target Zero Plush Water Balance.
Sementara itu, dampak positif bagi Stakeholders, setidaknya ada dua. Pertama. Berkurangnya potensi banjir, potensi longsor, terjaganya debit air bersih dan kesuburan tanah terjaga. Kedua. Peningkatan ekonomi untuk Ekowisata Banceuy, Kelompok Tani Hutan dan Lembah Madu.
Menurut Dwi Nofriyadi, selain pencapaian program CSR yang ada, Aqua Subang juga dicatat menorehkan banyak capaian lain. Seperti misalnya, tercapainya 895 hari aman YTD Juni 2022. Selain itu mampu mewujudkan efisiensi yang tinggi. Aqua Subang dicatat menorehkan efisiensi sebesar 92,64 % tahun 2022 dan 90,65% ytd Juni 2022. Terakhir aktif menjalankan standard sesuai Aqua group. Aqua Subang bahkan dicatat meraih score 75,5. Score yang menunjukkan sebuah pencapaian tertinggi di Aqua group.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
