Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi berpotensi rebound.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Mungkin Akan Rebound Hari Ini.
Saham AS ditutup melemah pada Senin (5/1), Dow Jones -0,14%, S&P 500 0,11%, dan Nasdaq 0,04%. Saham berjangka sedikit lebih rendah pada Senin malam karena para pedagang menunggu dimulainya pertemuan kebijakan Mei Federal Reserve. Investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke industri perbankan setelah diumumkan bahwa JPMorgan Chase telah memenangkan lelang akhir pekan untuk First Republic Bank yang sedang berjuang.
Pasar komoditas ditutup melemah pada Senin (5/1). Minyak WTI -143% menjadi USD 75,68/bbl, Brent -0,2% menjadi USD 86/bbl, batubara ditutup pada USD 185,15/ton, nikel ditutup pada USD 24.259 dan CPO ditutup pada MYR 3.353. Emas tergelincir -0,40% menjadi USD 1.991/toz.
Bursa Asia ditutup menguat pada Senin (5/1). Kospi +0,67%, Nikkei +0.14%, Hang Seng +0,27%, dan Shanghai +1,14%. IHSG turun -0,43% ke 6.915. Investor asing mencatatkan pembelian bersih secara keseluruhan sebesar Rp 621 miliar; Beli neto di pasar reguler Rp651,3 miliar, dan jual neto di pasar negosiasi -Rp30,3 miliar. Arus masuk asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 303,7 miliar), diikuti oleh BBCA (Rp 150 miliar), dan INCO (Rp 92,8 miliar). Arus keluar asing terbesar di pasar reguler dicatat oleh SMGR (Rp 72,3 miliar), diikuti oleh TLKM (Rp 40,9 miliar), dan BMRI (Rp 40,4 miliar). Penggerak terkemuka teratas adalah GOTO, AMRT, dan MIKA, sedangkan penggerak tertinggal teratas adalah BYAN, TLKM, dan UNTR.
Nikkei naik 0,29% pagi ini, sementara KOSPI turun 0,66%. “Kami perkirakan IHSG akan rebound hari ini, mengingat sentimen positif dari pasar global dan regional,” demikian tertulis.
