Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi melemah.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS kemarin ditutup melemah. Dow Jones -0,17%, diikuti S&P 500 0,46% dan Nasdaq 0,63%. Pasar AS serempak bergerak melemah karena penurunan saham Paypal dan saham-saham semikonduktor. Pelaku pasar juga masih menunggu rilis data inflasi dan menunggu hasil dari debt limit Amerika Serikat.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Minyak naik 0,77% ke level USD 73,6/bbl, batubara turun 0,38% ke level USD 169,0/ton, nikel melemah 4,79% ke level USD 23.529 dan CPO naik 1,23% di level MYR 3.804. Sedangkan harga emas terpantau naik 0,73% ke level USD 2.043/toz.
Bursa Asia kemarin (9/5) ditutup cenderung menguat. Nikkei menguat 1,01%, Hang Seng melemah 2,12%, Shanghai melemah 1,10%.
IHSG ditutup menguat 0,15% ke level 6.800,0 dengan investor asing hari ini mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 30,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 29,9 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing Rp 60,3 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ASII (Rp 144,8 miliar), ICBP (Rp 77,6 miliar), dan ACES (Rp 54,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (Rp 149,1 miliar), TLKM (Rp 132,9 miliar), dan BBCA (Rp 91 miliar). Penggerak terkemuka teratas menghasilkan ASII, GOTO, BBRI, sementara penggerak tertinggal teratas menghasilkan BMRI, BYAN, BBCA.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,09% dan KOSPI 0,16%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
