Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG Jumat lalu ditutup naik 0.17%, tapi disertai dengan net sell asing ~746 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, dan GOTO.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG berpotensi untuk tes resistance di 7660. Hati2 jika gagal break level tersebut, potensi koreksi kembali mendekati support di 7600.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG berada di rentang 7500-7600 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 7660-7720,” ujar dia dalam risetnya, Senin (20/4/2026).
Trading Idea hari ini: ARCI, ENRG, BRMS, PTRO, CDIA, dan MSIN
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1605, cutloss di bawah 1590. Target dekat di 1635-1660.
- ENRG Spec Buy dengan area beli di 1760-1780, cutloss di bawah 1760. Target dekat di 1810-1835.
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 835-850, cutloss di bawah 835. Target dekat di 870-880.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 6000-6200, cutloss di bawah 5850. Target dekat di 6350-6650.
- CDIA Spec Buy dengan area beli di 1170, cutloss di bawah 1150. Target dekat di 1210-1260.
- MSIN Spec Buy dengan area beli di 930, cutloss di bawah 890. Target dekat di 970-1030.
Global Overnight Review
Wall Street Melesat usai Iran Buka Selat Hormuz. Bursa saham AS atau Wall Street ditutup meningkat pada akhir pekan lalu Jumat (17/4). Indeks Nasdaq Composite naik 1,52%, Dow Jones Industrial Average meningkat 1,79%, dan S&P 500 melonjak 1,20%.
Investor menyambut baik keputusan Iran untuk membuka Selat Hormuz dan optimistis bahwa negara tersebut dapat mencapai kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” setelah perjanjian gencatan senjata di Lebanon.
Hal ini menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa pembicaraan dapat berlangsung akhir pekan ini antara Teheran dan Washington.
Trump juga bilang, mereka dapat segera mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Iran, yang telah menewaskan ribuan orang sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Meskipun pernyataan dari kedua belah pihak menimbulkan ketidakpastian tentang seberapa cepat pengiriman dapat dilanjutkan, harga minyak mentah AS anjlok lebih dari 11%.
Bursa Asia-Pasifik Turun, Sentimen Perdamaian Timur Tengah Belum Mereda. Bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu (17/4), seiring sentimen pasar yang masih dibayangi ketidakpastian konflik Timur Tengah meskipun ada perkembangan menuju gencatan senjata.
Indeks Nikkei 225 turun 1,75%, dan Topix melemah 1,51%. Di Korea Selatan, Kospi terkoreksi 0,55%, sedangkan Kosdaq naik 0,61%.
Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia turun 0,09%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,89% dan CSI 300 China berkurang 0,17%.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pukul 17.00 waktu setempat.
Selain itu, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon menjadi syarat utama dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran.
Trump juga menyebut pertemuan lanjutan antara AS dan Iran kemungkinan akan berlangsung pada akhir pekan depan. Ia bahkan mengklaim konflik dengan Iran “sangat dekat untuk berakhir”, dengan masa gencatan senjata dua pekan akan berakhir pada 21 April mendatang. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
