TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tertopang Kredit Bank, 11 Saham Direkomendasi di Minggu Ini

Achmad Adhito
22 May 2023 | 15:23
rubrik: Capital Market
Ketika Asing Lebih Sedikit Namun Dominan di BEI

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Pada minggu lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sulit naik dan ditutup dalam kondisi terkoreksi sebesar -0,1% dengan penurunan terdalam disumbang energi sebesar -5,6%, sektor transportasi dan logistik -4,0% dan sektor barang baku sebesar -3,4%. Dari 10 sektor yang ada ada tiga sektor terbesar yang membangkitkan IHSG atau setidaknya menahan laju IHSG biar tidak terkoreksinya kian dalamnya yakni sektornya kesehatan sebesar 1,9%, sektornya konsumer primer sebesar 0,4%, konsumer non-primer 0,1%.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino, dalam riset yang diterima siang ini, menjelaskan ada 3 sentimen negatif yang membuat IHSG masih di zona koreksi yakni kembali berlanjutnya pelemahan sebagian besar harga komoditas, melambatnya kenaikan harga properti residental dan ketidakpastian terkait debt ceiling di Amerika.

“Sebagian besar harga komoditas pada perdagangan pekan lalu kembali melemah dipicu oleh beberapa faktor antara lain data ekonomi China yang lebih rendah dari ekspektasi, ketidakpastian debt ceiling di Amerika dan menguatnya nilai tukar dollar Amerika terhadap mata uang utama lainnya,” tegasnya.

“Harga komoditas di pekan lalu masih kembali melemah. Pelemahan terbesar dibukukan oleh nikel sebesar -5,87% disusul CPO sebesar -4,53% dan batu bara sebesar -3,34%. Hanya 2 komoditas yang naik yakni timah dan minyak mentah,” imbuhnya.

Sementara itu sentimen positif yang menjaga IHSG yakni kembali surplusnya neraca perdagangan dan aksi beli investor asing. Dijelaskan Mino, pada April 2023 neraca perdagangan kembali surplus sebesar US$3.94 miliar naik dari sebelumnya sebesar US$2.83 miliar. Surplus neraca perdagangan tersebut juga lebih baik dari konsensus US$3.33 miliar.

Sementara itu terkait aksi beli investor asing, setelah dalam 2 minggu berturut-turut asing mencatatkan aksi jual bersih akhirnya pada minggu lalu membukukan aksi beli bersih sebesar Rp0.4 triliun di pasar reguler. Beberapa saham yang banyak dibeli asing antara lain BBRI, GOTO, ICBP, ASII. Dari awal tahun asing sudah membukukan beli bersih Rp12.02 triliun.

BACA JUGA:   Keindahan Jembatan Musi IV Diperhatikan

Beberapa sentimen yang perlu diperhatikan para trader pada minggu ini yang ingin mendulang cuan, sebaiknya memperhatikan sentimen domestik dan eksternal. Sentimen domestik yang dimaksud adalah keputusan BI7DRR dan data pertumbuhan kredit perbankan.

“Keputusan BI menjadi perhatian investor. Seiring cukup stabilnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar dan inflasi yang cenderung turun diprediksi akan membuat Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5.75%,” aku Mino optimis.

Terkait data pertumbuhan kredit perbankan, jelasnya, pada Maret 2023 kredit perbankan tumbuh 9.93% lebih rendah dari sebelumnya 10.64%.

“Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh naiknya kredit investasi yang tumbuh 11.40% dan kredit modal kerja serta konsumsi yang masing-masing tumbuh 9.52% dan 9.20%.”

Sementara itu, sentimen eksternal yang wajib diperhatikan para trader yakni perkembangan harga komoditas, perkembangan perundingan batas atas utang amerika dan FOMC minutes.

Berkaca pada data-data di atas Indo Premier merekomendasikan 11 saham untuk trading pada minggu ini hingga 26 Mei 2023 yakni BBCA (Support: 8,700, Resistance: 9,300), BMRI (Support: 4,950, Resistance: 5,200), EXCL (Support: 1,900, Resistance: 2,100, TLKM (Support: 3,920, Resistance: 4,100).

Kemudian, INDF (Support: 6,700, Resistance: 7,200), ICBP (Support: 10,725, Resistance: 11,200), UNVR (Support: 4.340, Resistance: 4.560), ASII (Support: 6.150, Resistance: 6.750), ERAA (Support: 490, Resistance: 540), ACES (Support: 530, Resistance: 650) dan MNCN (Support: 585, Resistance: 690).

Tags: Indo premier sekuritasminorekomendasi saham
Previous Post

PT MPX Raih Kontrak di Smelter Sumbawa

Next Post

Apiknya Kualitas Program CSR Pemegang Golden Trophy, Kideco Jaya Agung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR