Jakarta, TopBusiness – PT Len Industri (Persero) induk holding BUMN industri Pertahanan DEFEND ID bersama anggota holding DEFEND ID turut berpartisipasi dalam seminar dan pameran Jakarta Geopolitical Forum VII/2023 yang diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (14/6) hingga Kamis (15/6). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
Delegasi Len dipimpin langsung oleh Direktur Teknologi dan Manajemen Portofolio Amalia Maya Fitri. Dalam pameran ini, Len memamerkan beberapa produk unggulan seperti Combat Management System (CMS), GCI Radar Ground Controlled Interception, hingga E-Tactical Motor Bike..
Pada hari pertama, acara seminar yang dihadiri Fitri juga dihadiri oleh Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Selain itu juga ada perwakilan dari negara-negara asing seperti Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa negara asing lainnya.
Seminar dibuka langsung oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang menerangkan tentang betapa besarnya sumber daya alam yang ada di Indonesia. Sumber daya tersebut menjadikan Indonesia negara yang potensial, sehingga keamanannya harus dijaga.
“Saat ini lebih dari 70% area di Indonesia adalah lautan sementara itu ada 17.500 pulau yang terdapat di Indonesia dan merupakan negara terbesar penghasil nikel,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut menambahkan agar Indonesia dapat menjaga sumber daya yang ada dan digunakan dengan sebaik-baiknya.
”Indonesia saat ini berusaha untuk memperkuat posisinya sebagai negara penyuplai sumber daya alam di dunia,” tambah Luhut.
Sementara itu, Fitri menyampaikan holding DEFEND ID akan terus berinovasi untuk menghasilkan produk-produk di bidang industri pertahanan yang semakin maju demi menjaga keamanan nasional.
“Kemandirian dalam membangun produk industri pertahanan juga menjadi tujuan utama kami,” tambah Fitri.
Pernyataan Fitri sejalan dengan ungkapan Menteri Kementerian Pertahanan, Prabowo Subianto, bahwa diharapkan holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID dapat meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) menjadi 50% untuk teknologi-teknologi kunci dan menjadi bagian dari Top 50 Global Defence Company 2024.
