Jakarta-Thebusinessnews. Ketua Asosiasi Bank-Bank Daerah (Asbanda), Kresno Sediarsih mengatakan Bank-bank Pembangunan Daerah (BPD) masih tidak percaya diri terlibat dalam pembiayaan infrastruktur dengan nilai investasi besar. Ketidakmampuan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola pembiayaan infrastruktur menjadi penyebab masih minimnya keterlibatan BPD.
Kresno menjelaskan saat ini penyaluran kredit BPD masih didominasi oleh sektor konsumtif. Rata-rata sektor penyaluran kredit sektor konsumtif BPD mencapai 90%. Sedangkan sektor produktif di mana infrastruktur termasuk di dalamnya hanya mencapai 10%.
“BPD belum “PD” (percaya diri) masuk ke sektor produktif. BPD paling banyak menyalurkan kredit di sektor konsumtif. Paling besar penyaluran sektor produktif pada satu BPD mencapai 10% saja,” kata Kresno saat dijumpai di Jakarta, Selasa (24/7/2016)
Sedikitnya keterlibatan BPD dalam pembiayaan infrastruktur, menurut Kresno adalah hal wajar pembiayaannya didominasi oleh bank-bank besar. “Pembiayaan infrastruktur itu complicated. Apalagi proyek-proyek yang sifatnya multi years yang revenue-nya baru muncul tiga sampai lima tahun kedepan,” katanya.
Kresno berharap seiring dengan banyaknya proyek-proyek infrasturktur dalam program pemerintah dapat meningkatkan peran BPD dalam pembiayaan sektor produktif. Ia juga mendorong agar portofolio pembiayaan sektor produktif dapat mengimbangi sektor konsumtif.
“Kami ingin menggeser sektor konsumtif. Sehingga portofolio pembiayaannya seimbang,” kata Kresno.(az)