Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (IDX: BJTM) atau Bank Jatim serius menggeluti aksi korporasi melalui bisnis Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan mengakuisisi PT BPD NTB Syariah. Langkah ini sebagai bagian BJTM memperkuat penyaluran kredit untuk sector syariah.
“Di Jatim itu (prospek) syariahnya kuat. Karena banyak Ponpes (Pondok Pesentren). Rumah Sakit Islam juga banyak. Sementara kinerja UUS (Unit Usaha Syariah) kami tak sampe 5% dari induk. Makanya, dengan adanya KUB dengan NTB Syariah ini bisa kami dorong terus (bisnis syariah). Karena culture-nya sama (NTB dan Jatm),” tutur Direktur Utama BJTM, Busrul Iman saat analyst meeting guna memaparkan kinerja Semester I-2023 dalam rangka keterbukaan informasi, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Analyst meeting tersebut dihadiri langsung oleh direksi Bank Jatim. Selain Busrul Iman, juga hadir Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Edi Masrianto; Direktur Mikro, Ritel & Menengah R. Arief Wicaksono; serta Direktur Manajemen Risiko Eko Susetyono.
Aksi korporasi KUB sendiri dengan mengakuisisi NTB dimulai sejak akhir 2022 lalu. Dengan dilatarbelakangi beberapa hal yakni pertama, struktur permodalan BJTM masih kuat dengan posisi CAR saat ini sebesar 23,31%. Kedua, masih adanya ruang yang besar dengan posisi LDR BJTM yang masih punya ruang untuk tumbuh. Dan ketiga, perseroan bisa tumbuh baik secara organik maupun nonorganik.
“Kami sudah akuisisi Bank NTB Syariah ini sebesar 15% senilai Rp100 miliar. Ke depannya, kalau disetujui sebagai bank induk ke NTB Syariah bisa meningkat kepemilikan sahamnya. Dan itu tergantung di share holder agreement nanti. Jadi sesuai dengan perkembangan kondisi kami ke depannya,” ungkap dia.
Sejauh ini, posisi aksi korporasi berupa KUB dengan BPD Bank NTB Syariah tersebut, saat ini sedang dalam proses pembuatan kerja sama dan akan diusulkan ke Otoritas Jasa Keuangan untuk mendapat persetujuannya.
Lantas, apakah akan ada BPD lain yang digaet? “Kami tetap masih komunikasi dengan BPD lain. Tapi masih belum bisa diekspos. Dengan permodalan yang kuat kami masih bisa akusisi BPD lebih dari satu. Tapi tetap CAR kami bisa tetap di atas kebijakan regulator,” tegas Busrul.
