Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi bergerak sideways.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 27 Juli 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Pada perdagangan semalam bursa AS ditutup mixed. Dow Jones naik 0,23%, S&P 500 turun 0,02% dan Nasdaq -0,12%. Penurunan terjadi karena the Fed menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 22 tahun.
Pasar komoditas juga ditutup mixed. Minyak turun 0,45% ke level USD 78,97/bbl, emas naik 0,34% ke level USD 2.013,40/toz, nikel turun 4,18% ke level USD 21.563, batubara naik 0,10 ke level USD 147,65/ton dan CPO -0,17% ke level MYR 4.063.
Pada perdagangan kemarin, bursa Asia ditutup melemah. Nikkei turun 0,04%, Hangseng 0,36% dan Shanghai 0,26%.
Dari pasar Indonesia, IHSG ditutup naik 0,44% ke level 6.948,28 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 749,5 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 716,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 32,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 389,9 miliar), BMRI (Rp 247,1 miliar), dan BBRI (Rp 178,1 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBNI (Rp 285,3 miliar), TLKM (Rp 60,7 miliar), dan UNVR (Rp 49,2 miliar). Top leading movers emiten BBCA, ASII, UNTR, sementara top lagging movers emiten GOTO, TCPI, KLBF.
Pagi ini bursa regional dibuka mixed. Kospi +0,28% dan Nikkei -0,44%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways, seiring mixed sentimen di bursa global dan regional,” demikian sebut penelitian.
