TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Emiten Ini Raih Kenaikan Bisnis Hotel Saat Bisnis Manufaktur Turun

Achmad Adhito
4 August 2023 | 18:00
rubrik: Business Info
Industri Kulit Tumbuh 13,12%

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Selama di kuartal II tahun 2023, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) mendapatkan penurunan tipis bisnis manufaktur. Namun bisnis dari lini usaha perhotelan malah berkontribusi jauh lebih baik.

“Di sisi lain, perusahaan terus menggenjot efisiensi untuk memaksimalkan capaian keuntungan,” kata Presiden Direktur Intikeramik Alamasri Industri, Yohas Raffli, hari ini, dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham.

Yohas menjelaskan progres pertumbuhan bisnis perhotelan disebabkan beberapa faktor, khususnya libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1444H pada April lalu. Ditambah selepas pandemi Covid-19, masyarakat menjadi lebih bergairah untuk memanfaatkan waktu liburan mereka.

Faktor lainnya, setiap anak usaha perhotelan melakukan key initiative baru yaitu penambahan fasilitas dari setiap ruang yang tersedia untuk meningkatkan pendapatan selain okupansi kamar hotel. Itu seperti pengembangan lobby lounge yang dapat memberikan tambahan pendapatan yang signifikan dari sektor food and beverages.

“Serta meningkatkan perbaikan internal, dalam hal infrastruktur CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) sebagai bentuk penyesuaian dalam kebutuhan layanan hotel yang telah diterapkan sejak pandemi dan terus kami jaga hingga saat ini,” ungkapnya.

Meski demikian, efek libur panjang tersebut juga memengaruhi kondisi usaha manufaktur. Sepanjang kuartal kedua, masyarakat lebih menahan belanja untuk kebutuhan membangun rumah dan cenderung belanja kebutuhan pangan demi mempersiapkan Lebaran.

Di samping itu, kelancaran pengiriman bahan baku juga terhambat efek masyarakat berlomba-lomba untuk mudik. Perseroan juga tertekan kenaikan harga gas untuk pembakaran keramik sehingga memicu lonjakan beban perseroan. Di sisi lain, kondisi geopolitik dan makroekonomi global serta nasional masih belum menentu juga memengaruhi kondisi sisi usaha manufaktur.

“Konsumsi masyarakat saat libur panjang Lebaran, justru jarang yang membangun rumah. Melainkan memprioritaskan liburan ke sanak saudara atau destinasi wisata, sehingga pada kuartal kedua ini sektor usaha perhotelan milik kami yang mengalami peningkatan,” ujar Yohas.

BACA JUGA:   RUPST KDTN Sepakati Bagi Dividen 60% dari Laba Bersih atau Setara Rp1,5 Miliar

Intikeramik Alamasri Industri mencatatkan kenaikan laba usaha di kuartal II 2023. Kenaikan laba usaha didukung perbaikan usaha dan efisiensi beban usaha perseroan yang dapat menjaga stabilitas grup usaha di sepanjang kuartal ini.

Yohas Raffli mengatakan, “Kendati masih tertekan, perseroan berhasil mencatatkan laba usaha Rp 1,39 miliar dari sebelumnya masih rugi Rp 3,94 miliar.”

Tags: Intikeramik Alamasri Industrisektor perhotelan
Previous Post

OJK: Bank Negara Dominasi Pertumbuhan Kredit

Next Post

HK Realtindo Luncurkan Nusa Edu Park

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR