TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jalankan GRC, BCA Syariah Mampu Hadapi Pengaruh Negatif Perubahan Bisnis dan Faktor Eksternal

Editor
6 August 2023 | 08:59
rubrik: Event, GCG
Jalankan GRC, BCA Syariah Mampu Hadapi Pengaruh Negatif Perubahan Bisnis dan Faktor Eksternal

Jakarta, TopBusiness – Kembali menjadi salah satu finalis ajang TOP GRC Awards 2023, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) hadir pada sesi penjurian yang diselenggarakan secara virtual oleh Majalah TopBusiness, pada 28 Juli 2023 lalu.

Pada kesempatan ini, BCA Syariah menegaskan bahwa secara struktur organisasi, kelengkapan infrastruktur GCG di perusahaan sudah memadai. Di mana perusahaan telah memiliki organ-organ di bawah komisaris dan direski, yang bertugas, baik membantu dewan komisaris maupaun direksi yang terdiri dari berbagai komite.

“Komite di direksi terdiri dari tujuh komite yang menjalankan tugas sesuai bidangnya, ada di bidang asset dan liabilitas, kebijakan pembiayaan, komite pembiayaan, manajamen risiko, IT, sumber daya manusia hingga kasus kepegawaian. Kemudian ada juga organ di bawah direksi yang membantu dalam memastikan terselenggaranya GCG di dalam perusahaan, (seperti) sekretaris perusahaan, satuan kerja audit internal, departemen kepatuhan, juga departemen manajemen risiko,” kata Nadia Amalia Sekarsari Corporate Secretary PT Bank BCA Syariah di hadapan dewan juri.

Selain dari struktur organisasi, kelengkapan infrastruktur GRC pada BCA Syariah juga mencakup sejumlah regulasi eksternal yang dikatakan Nadia, menjadi dasar untuk regulasi-regulasi di internal perusahaan.

Adapun dari sisi implementasi Manajemen Risiko, sedikit mengenai gambarannya diungkap oleh Priyo Subiyakto, selaku Officer Manajemen Risiko di BCA Syariah.

“Untuk profil risiko di triwulan 4 tahun 2022, peringkat komposit kami ada di Low to Moderat dan untuk peringkat KPMR kami ada saticfactory. Ini juga sama dengan tren risiko pada triwulan sebelumnya di mana tingkat risikonya tetap di 2,” ujar Priyo.

Lebih lanjut dikatakan Priyo, untuk 10 jenis risikonya (Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Stratejik, Risiko Kepatuhan, Risiko Hukum, Risiko Reputasi, Risiko Imbal Hasil, dan Risiko Investasi), masing-masing tidak ada perubahan, kecuali di risiko kepatuhan berubah dari Low menjadi Low to Moderate.

BACA JUGA:   Banyak Aspek Pembelajaran di TOP GRC Awards 2023

“Untuk penilaian tingkat kesehatan bank di mana ada empat parameter yang dilihat, profil risiko, GCG, rentabilitas, dan permodalan, untuk tingkat kompositnya di total akhir peringkat, tingkat kesehatan Bank BCA Syariah itu adalah tingkat Komposit 2 yang artinya BCA Syariah tergolong sehat dan mampu menghadapi pengaruh negatif dari perubahan bisnis dan faktor eksternal lainnya,” tegas Priyo.

Tak ayal, indikator seperti yang dipaparkan di atas, dikatakan Nadian menunjukkan hasil dari implementasi manajemen kepatuhan, baik dari rasio-rasio maupun ketentuan-ketentuan yang harus terpenuhi oleh BCA Syariah.

”Alhamdulillah, kami selalu comply (patuh) jauh di atas ketentuan regulator. Seperti (untuk rasio) GWM (Giro Wajib Minimum) berada di atas ketentuan, dan tidak pernah terjadi pelanggaran ataupun pelampauan dari batas maksimum penyaluran dana,” ujar Nadia.

Beralih ke soal implementasi keuangan berkelanjutan. Dalam hal ini, Nadia mengatakan bahwa BCA Syariah telah melakukan implementasi keuangan berkelanjutan sejak tahun 2020. Jadi, bisa dibilang implementasinya masih relatif baru, sehingga menurut Nadia masih banyak sekali yang harus dipelajari terkait implementasinya. Kendati demikian, pembiyaan BCA Syariah pada kegiatan usaha berkelanjutan sudah menyentuh angka 34% pada tahun 2022.

“Alhamdulillah pada tahun 2022 pembiayaan BCA Syariah yang disalurkan kepada kegiatan usaha berkelanjutan itu mencapai Rp2,6 triliun atau 34% terhadap total pembiayaan,” ungkap Nadia.

BCA Syariah, lanjut Nadia, juga telah menyusun Sustainbility Policy dan isinya ada roadmap BCA Syariah sampai dengan lima tahun ke depan. “Kemudian tentunya teman-teman di internal kami selalu kita bekali dengan Capacity Building. Ini tidak mudah karena Sustainable Finance ini sesuatu hal yang baru buat kami, jadi secara bertahap juga teman-teman terus kita tambah pemahamannya,” jelasnya.Penulis: Fauzi

Tags: bca syariahTOP GRC Awards 2023
Previous Post

Radja Hadir di Biznet Festival Yogyakarta

Next Post

SNI Wajibkan Sepatu Pengaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR