Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways.
Penelitian Harian Samuel, Selasa, 8 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Bursa AS ditutup menguat pada Senin (7/8). Dow Jones +1,16%, S&P 500 0,90% dan Nasdaq 0,61%. Pasar AS bergerak menguat tersulut sentimen positif optimisme investor menyambut pekan rilis data pendapatan serta pembacaan data inflasi.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung turun. WTI turun 0,47% ke level USD 82,4/bbl, Brent 1,04% ke level 85,3/bbl, batubara naik 2,99% ke level USD 141,1/ton, nikel melemah 0,76% ke level USD 21.166 dan CPO melemah 2,4% di level MYR 3.771. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,25% ke level USD 1.971/toz.
Bursa Asia pada Senin (7/8) ditutup melemah. Nikkei naik 0,19%, Hang Seng melemah 0,01%, dan Shanghai turun 0,59%.
IHSG ditutup menguat 0,49% ke level 6.886,3. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turut ditutup menguat 0,02% ke level 207.0. Investor asing hari ini mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 808.1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 700,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 107,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 258 miliar), BBRI (Rp 236 miliar), dan ASII (Rp 121 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TLKM (Rp 84 miliar), GOTO (Rp 57 miliar), dan AKRA (Rp 24 miliar). Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXFIN, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXHLTH. Top leading movers emiten BBRI, BMRI, BBCA, sementara top lagging movers emiten BYAN, AMRT, MDKA.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,57% dan KOSPI dibuka menguat 0,04%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian sebut penelitian.
