TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Multi Terminal Indonesia Lakukan Internalisasi Budaya GRC

Agus Haryanto
8 August 2023 | 14:33
rubrik: Event
Hutama Karya Bangun Fasilitas Air Bersih dan Renovasi Fasilitas Pendidikan

Jakarta, TopBusiness – PT Multi Terminal Indonesia melakukan sosialisasi dan edukasi atas pemahaman, implementasi  hingga evaluasi atas prinsip-prinsip governance, risk and compliance atau GRC terhadap insan-insan internal perusahaan, sehingga menjadi budaya.

Saat sesi pendalaman atau tanya-jawab materi berjudul  GRC sebagai Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Bisnis Perusahaan, Sucahyo sebagai sekretaris perusahaan & hukum menjelaskan bahwa  perseroan dalam melakukan  internalisasi budaya untuk efektivitas GRC melaksanakan beberapa hal, satu diantaranya adalah melaksanakan rapat secara periodik.

“Yang pertama, kita ada rapat mingguan, bulanan. Dan kita juga ada program yang namanya podcast. Ini menjadi salah satu cara kita untuk menginternalisasi budaya,” kata   Cahyo, panggilan akrab dirinya di  hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2023, yang berlangsung  dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Selasa (8/08/2023).

Menurut Cahyo, tidak hanya budaya AKHLAK saja  tapi juga menyampaikan sosialisasi terkait ketentuan-ketentuan yang harus dimengerti pada seluruh pekerja. “Itu biasanya kita lakukan sebulan sekali dengan mengundang narasumber dari internal dan eksternal. Misalnya, kalau ini kaitannya dengan budaya implementasi GRC, maka nanti kita akan mengundang dari holding atau dari eksternal yang mengerti tentang pemahaman GRC,” papar dia.

Lantas dia menyebutkan salah satu contoh sederhana tentang penerapan GRC  di masing-masing insan pekerja yang berada lingkungan perseroan.  “Ya misalnya, pemakaian alat pelindung diri atau APD. Ini sederhanalah yah. APD di operasional, ini nanti setiap periode. Kita punya namanya tim health, safety, security and environment (HSSE) yang mempunyai jadwal pemantauan terhadap betul enggak sih, ini APD dipakai sampai ke shift tiga,” jelas dia.

Dia mengutarakan bahwa  tim HSSE melakukan kunjungan tanpa memberitahukan sebelumnya dan apabila ditemukan sesuatu yang dianggap tak sesuai aturan, perseroan akan melakukan sanksi  tegas.

BACA JUGA:   PT Nusantara Regas, Bertangung Jawab Membangun Masyarakat dan Lingkungan Kepulauan Seribu

“Kita datang dadakan saja, nggak ngomong-ngomong. Kita akan survey. Kita akan lihat apakah implementasi terkait APD risk di operasional ini. Itu dilaksanakan atau tidak. Dan kalau tidak, ini tentunya menjadi bertentangan. Kita akan berikan, biasanya peringatan ke  atasannya. Kemudian kita panggil dan itu ada step-stepnya. Kalau ini sebagai keselamatan, kesehatan kerja tidak dipakai, maka ini ada peringatan satu, peringatan dua, peringatan tiga. Jadi ini yang sederhana ya untuk APD, misalnya,” beber Cahyo.

Dia mengatakan, perseroan menerapkan manajemen walk through survey.  Setiap saat  manajemen di level pusat termasuk regional turun tangan langsung. “Direksi datang ke tempat-tempat lokasi kerja dan memberikan briefing, meninjau aktivitas kerja keseharian dimana ada unsur-unsur potensi bahaya. Itu selalu dilakukan,” kata Cahyo.

Ditambahkan Cahyo, tim HSSE selalu mendokumentasikan kejadian di lapangan dalam bentuk foto, kemudian hasil temuan dan ada tindakan korektif. Ini selalu disampaikan pada saat kesempatan rapat mingguan. “Jadi semua pejabat yang bertanggung-jawab ini harus menindaklanjuti tindakan korektifnya. Dan ini akan dievaluasi pada weekly meeting berikutnya, apakah ini sudah ditindaklanjuti atau belum. Dan ini tentunya ada punishment-nya. Jadi kita tidak main-main dengan namanya keselamatan kerja karena misal kalau perusahaan telah memfasilitasi APD dan itu tidak digunakan dan terjadi kecelakaan maka yang bertanggung-jawab adalah atasan langsung di lokasi tempat bekerja,” pungkas dia.

Previous Post

Gaet Rp100,8 Miliar dari IPO, CYBR Resmi jadi Perusahaan Terbuka

Next Post

Pasar Properti Kaltim Prospektif, GRIA Lanjutkan Ekspansi Usai Raih Rp207 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR