Jakarta, TopBusiness – PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (IDX: GRIA) melihat pasar properti masih positif, termasuk di daerah Kalimantan Timur, salahs atunya Kota Samarinda. Untuk itu, perusahaan yang saat ini sudah memiliki dua hunian yakni New Mahakam Grade dan Mahakam Grande City di Samarinda itu siap mengembangkan banyak hunian di sana.
Terlebih, pengembang perumahan bersubsidi ini baru saja meraup dana segar dari pasar modal usai menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) yang sebesar Rp207 miliar.
Direktur GRIA, Irwansyah Hakim Noor mengungkapkan, Perseroan menyadari kebutuhan rumah bagi masyarakat masih sangat banyak, dengan berfokus pada pengembang perumahan subsidi, menjadikan nilai tambah bagi Perseroan.
Saat ini, kata dia, jumlah luas lahan yang dimiliki oleh Perseroan sekitar 160 hektar, dan sekitar 115 hektar terletak di Kota Samarinda. “Land bank merupakan hal yang sangat penting dari sebuah perusahaan Properti, secara total keseluruhan yang dimiliki, Perseroan masih memiliki sekitar 137 hektar lahan yang tersedia untuk dikembangkan, dan mayoritas lahan tersebut terletak di daerah Samarinda, Kaltim,” ungkap dia, usai listing, Selasa (8/8/2023).
Perseroan melihat potensi berkembang yang baik di daerah Kalimantan, sehingga manajemen berkeyakinan dengan mengembangkan proyek di daerah Kalimantan lebih tepatnya di Samarinda mampu memberikan keuntungan yang baik bagi Perseroan.
“Selain rumah subsidi, ke depannya Perseroan juga akan mengembangkan Perumahan Komersil serta real estat penunjang lainnya,” ujar Irwansyah.
Saat IPO, GRIA menawarkan saham sebanyak 1.725.000.000 saham kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp120,- per saham. GRIA resmi melantai di BEI hari ini, setelah selesai melaksanakan Penawaran Umum pada tanggal 2 sampai 4 Agustus 2023 lalu.
“Nantinya, penggunaan dana dari hasil IPO dengan total nilai Rp207 miliar ini akan digunakan oleh Perseroan di antaranya sekitar Rp152 miliar untuk pembayaran utang pembelian lahan, sekitar Rp35 miliar akan digunakan untuk pembangunan Proyek di Kalimantan, serta sisanya akan digunakan untuk biaya emisi dan biaya operasional Perseroan,” ujar dia.
Ke depan, dengan porsi kepemilikan masyarakat sebesar 23,39% ini, GRIA berkomitmen untuk dapat memenuhi harapan dari pemegang saham. “Diharapkan, perseroan dapat membukukan pendapatan dan laba yang lebih baik, agar dapat membagikan dividen, selain itu harapan kami setelah listing agar tata kelola GRIA dapat berjalan lebih baik sesuai dengan prinsip GCG,” tandasnya.
Selain memiliki bisnis pengembang Real Estat, saat ini GRIA sedang berfokus pada pembangunan perumahan bersubsidi. Adapun proyek pengembangan yang dilakukan oleh Perseroan saat ini terletak di 3 Provinsi dan total 10 Proyek. Selain di Kaltim, untuk provinsi Jabar ada Bukit Esma Cicalengka 2, Cicalengka; The Valley of Esma, Cikancung; Gria Panorama Cimanggung, Cimanggung; Griya Panorama Sumedang, Cimalaka; Gria Indah Cibarusah, Kabupaten Bekasi; Puri Artha Kencana, Karawang Barat; Puri Epicentrum Karawang, Kabupaten Karawang. Dan satu di Banten yakni Apartemen Epicentrum Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Sebagaimana diketahui, selain mengembangkan perumahan, Perseroan juga mengembangkan fasilitas pendukung yang dibangun di lokasi perumahan tersebut di antaranya Masjid, Taman Bermain anak-anak, Klinik Dokter dan Apotek, Area Niaga dan Pertokoan, dan Minimarket.
