Jakarta-Thebusinessnews. Lembaga rating S & P pada periode pemeringkatan Juni 2016 belum menyematkan layak investasi bagi Indonesia, padahal peringkat itu diharapkan menjadi sentimen positif bagi pasar modal
Sehingga kini pasar modal hanya punya harapan pada disahkannya RUU Tax Amenesty pada Juli mendatang.” Semoga RUU Tax Amnesty yang akan di sahkan akan diikuti dana repatriasi masuk.”harap Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio di Jakarta, Kamis ( 2/6/2016).
Sebelumnya Tito menyebut potensi dana repatriasi pengampunan pajak mencapai Rp 2000 sampai Rp 2600 triliun. Dengan masukan dana tersebut, Tito berharap akan terjadi perbaikan fiskal pemerintah dan belanja masyarakat. ” Maka belanja pemerintah akan membaik,” terang dia.
Walau demikian ia juga berharap pejabat pemerintah tidak mengeluarkan pernyataan kontra produktif. Ia memberi contoh Menteri PAN RB, Yudi Chrisnandi menyatakan akan memecat 1 juta PNS ( pegawai negeri sipil ).” Kenapa di pecat sih ” ujar dia
Dengan rencana itu kata dia akan membuat pelaku pasar modal khawatir akan kondisi keuangan negara.Padahal masih ada cara lain untuk memberdayakan PNS tersebut misalnya dengan memutasikan ke BUMN ( badan usaha milik negera. “Kalu bisa di pindahkan ke Sini ( BUMN )” ujar dia
Ia melanjutkan, BUMN yang di tempati itu bisa BUMN yang telah menjadi perusahaan terbuka atau tidak. Namum dari data yang dipegangnya menunjukan bahwa jumlah karyawan naik 34 persen dari 4-5 tahun .” kenapa ngak, diperbanyak saja BUMN yang di IPO, sehingga efisiensi terbentuk dan pengawai meningkat. “ tutup dia. (Az)