
Jakarta, businessnews.id — Selama Januari lalu, Rumah.com, anak perusahaan PropertyGuru Group—perusahaan properti online terkemuka di Asia—melakukan survei untuk mengetahui animo masyarakat membeli rumah di tahun politik 2014 ini. Hasil survei ini bisa menjadi acuan bagi konsumen yang sedang berencana membeli rumah juga untuk membantu para agen properti dalam menjual listing-nya. Demikian dijelaskan dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jakarta (26/1).
Sebanyak 70% responden survei menjawab akan tetap membeli rumah tahun ini. Alasan terbesar dalam mendukung pernyataan ini adalah: 62% karena sudah menjadi kebutuhan, dan 20% menjawab takut harga akan melonjak di tahun depan.
Di sisi lain, menurut siaran pers itu, sebanyak 30% responden menjawab tidak akan membeli rumah tahun ini. Alasannya, 36% mengatakan karena kenaikan suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah), 15% menjawab disebabkan turunnya nilai tukar Rupiah, dan 8% menjawab karena aturan baru LTV (loan to value) yang diperketat. Kendati demikian, ada 13% responden yang menjawab menunda pembelian rumah karena Pemilu (Pemilihan Umum) 2014.
Tahun 2014 diprediksikan akan menjadi tahun yang lambat bagi pasar properti, namun melalui survei ini tidak dapat dipungkiri bahwa rumah masih menjadi kebutuhan. Buktinya, masyarakat tetap berencana akan membeli rumah di tahun ini, dibandingkan menundanya hingga tahun depan.
Dijelaskan pula oleh siaran pers itu: dalam mencari informasi properti, sebanyak 59% responden menjawab menggunakan search engine seperti Google, mencari ke agen properti (15%), melalui koran (10%), dan melalui majalah (1%).
Perangkat yang biasa digunakan dalam mencari informasi properti melalui media online adalah komputer/laptop (73%), smartphone Android/iPhone/Blackberry (19%), dan tablet (8%).
Bagi responden, cara yang paling nyaman dalam membeli rumah adalah langsung menghubungi pemilik rumah (44%), datang langsung ke developer (38%), dan melalui agen properti (18%).
Masih menurut siaran pers itu, menjawab biaya yang disiapkan dalam membeli rumah, sebanyak 37% responden menjawab kurang dari Rp200 juta, sedangkan 37% lainnya menjawab berkisar Rp200 juta – Rp500 juta. Sebanyak 16% responden menyatakan menyiapkan dana Rp500 juta – Rp990 juta, dan hanya 9% yang menyiapkan lebih dari Rp1 miliar. (DHI)
EDITOR: DHI