Jakarta, TopBusiness— Community Lead IPOT, Angga Septianus, menyebutkan bahwa untuk minggu ini, ada tiga sentimen yang wajib dipantau para trader, yakni neraca dagang China dan AS, cadangan devisa Indonesia dan rencana OPEC+ mengurangi produksi.
Terkait neraca dagang China dan AS, menurut Angga dalam analisis terbaru yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness, akan sangat berpengaruh terhadap Indonesia. Krisis properti yang terjadi di China membuat perekonomian melambat dan memengaruhi kinerja ekspor dan impor secara global. Beberapa bank milik negara China dilaporkan akan segera menurunkan suku bunga hipotek yang ada.
“Penurunan suku bunga hipotek yang ada akan dilakukan di tengah beberapa langkah pemberian stimulus properti, ekonomi dan pasar lainnya yang telah diumumkan Beijing selama beberapa minggu terakhir, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia,” jelasnya.
Sementara itu terkait cadangan devisa Indonesia, aturan DHE tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 tentang DHE dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan atau pengolahan sumber daya alam, sebagai pengganti PP Nomor 1 Tahun 2019, akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2023 mendatang. “Jika nilai ekspor di atas US$250.000 maka dana itu wajib mengendap di Indonesia selama 3 bulan. Target cadev US$ 300 miliar dalam waktu dekat setahun ini.”
Ada pun sentimen penggerak market minggu ini yakni rencana OPEC+ mengurangi produksi. Ia menjelaskan harga minyak mengalami tren kenaikan selama tiga bulan berturut-turut, di tengah ekspektasi bahwa pemotongan oleh kelompok negara-negara penghasil minyak OPEC+, yang dipimpin oleh Arab Saudi, akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2023.
“Diperkirakan Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga bulan Oktober mendatang,” tandasnya.
Berkaca pada data-data ekonomi dan sentimen di atas, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan buy pada 4 saham untuk trading pada minggu ini hingga 8 September 2023 mendatang, yakni MEDC (Support: 1220, Resistance: 1.420), AKRA (Support: 1420, Resistance: 1.630), ASII (Support: 6400, Resistance: 6.950) dan BRMS (Support: 192, Resistance: 214).
