Jakarta, TopBusiness—Pola kerja masyarakat di dunia terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Disrupsi di berbagai sektor menuntut adaptasi yang cepat dengan munculnya pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan penguasaan keahlian baru.
“Dalam Future of Jobs Report World Economic Forum (WEF) tahun 2023, di era Industri 4.0 terdapat pekerjaan baru yang muncul maupun hilang sepanjang tahun 2023-2027 seiring perkembangan teknologi,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus G. Kartasasmita, dalam keterangan tertulis untuk media (5/9/2023).
Untuk itu, Menperin berpesan kepada para siswa dan mahasiswa agar terus mengembangkan potensi diri dengan belajar dari berbagai sumber. “Setidaknya ada tiga literasi baru yang harus dikembangkan, yaitu literasi data, literasi teknologi, serta literasi sosial, yaitu kecakapan komunikasi, kemampuan berpikir kritis dan sistemik, kepemimpinan, kecerdasan emosional, kecerdasan budaya, kewirausahaan, dan yang tak kalah penting adalah kecerdasan spiritual,” papar menteri tersebut.
Menperin juga menekankan pentingnya mempersiapkan mindset untuk berani berpikir dan melangkah di luar kebiasaan. “Harus berani berpikir dan melangkah out of the box dalam mencari solusi-solusi yang dihadapi bangsa kita, khususnya yang dihadapi oleh industri, serta bagaimana pemikiran out of the box itu bisa menjawab tantangan dengan cepat,” pesannya.
Menperin pun mengucapkan selamat kepada para mahasiswa baru yang diterima di Politeknik ATI Padang. Para mahasiswa diharapkan dapat menjadi agent of change atau SDM yang mampu membawa perubahan bagi industri nasional sebagai tulang punggung perekonomian. “Kalian merupakan putra-putri terpilih yang telah lolos seleksi dengan menyisihkan ribuan pendaftar. Manfaatkan kesempatan yang diperoleh dan semoga sukses dalam menjalani pendidikan, serta dapat memberikan kontribusi besar kepada bangsa Indonesia khususnya kemajuan industri nasional,” kata Menperin memberikan semangat.
Sebagai upaya menyiapkan SDM industri yang kompeten, Kemenperin saat ini telah menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana melalui 11 Politeknik, dua Akademi Komunitas, sembilan SMK Vokasi Industri, dan tujuh Balai Diklat Industri yang berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin. Menurut Menperin, tantangan dalam pengembangan SDM industri saat ini adalah untuk mencetak SDM industri dalam jumlah banyak. Ia meyakini unggulnya kualitas pendidikan di sekolah dan politeknik vokasi milik Kemenperin, namun peningkatan kuantitas untuk mengejar kebutuhan sektor industri sangat diperlukan.
Seluruh satuan pendidikan Kemenperin tersebut ditetapkan dengan spesialisasi tertentu di bidang industri, dan telah link and match dengan dunia usaha industri. Menperin mengungkapkan kebanggaannya atas tingkat serapan lulusan dari Politeknik dan SMK Kemenperin yang tinggi oleh industri, dengan masa tunggu tidak sampai satu tahun.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin, Masrokhan, menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi terus dilakukan Kemenperin. Semua unit pendidikan vokasi yang dimiliki Kemenperin, baik Politeknik, Akademi Komunitas maupun SMK-SMTI/SMAK ditargetkan menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global. Selain itu, mendorong setiap unit pendidikan vokasi untuk bisa memenuhi program one vocational unit, one great achievement.
Politeknik ATI Padang saat ini memiliki spesifikasi di bidang industri agro, sesuai dengan kompetensi inti di wilayah Sumatera Barat yang memiliki kekuatan dan kekhasan di bidang pengolahan pangan. Politeknik tersebut memiliki Program Diploma IV dengan program studi Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan sebagai program studi baru. “Tidak saja menjadi peningkatan jenjang pendidikan ke level sarjana terapan, program studi tersebut juga bisa mengantisipasi kebutuhan industri di masa depan dalam mendukung hilirisasi dan pengembangan industri hijau,” ujar Masrokhan.
