Jakarta, TopBusiness – Produsen alat berat asal Tiongkok, PT Sany Heavy Machinery melakukan ekspansi pabrik di Karawang, Jawa Barat dengan nilai investasi sebesar US$ 150 juta atau Rp 2,3 triliun.
Ekspansi pabrik yang menyerap tenaga kerja sebanyak 2.000 orang ini diharapkan dapat membantu proses rebound sektor industri ini semakin cepat.
Presiden Direktur Sany Heavy Machinery Co., Ltd Chen Jiayuan menerangkan, pabrik tersebut akan memproduksi 5.000 unit eskavator dan 2.000 unit truk tambang. Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada Desember 2024. Jumlah aset secara total untuk dua tahap factory (pabrik) ini adalah senilai US$ 5 miliar
“Untuk tenaga kerja yang akan diserap sebanyak 2.000 karyawan, di mana 95% tenaga kerja lokal dan 5% tenaga kerja asing yang bertugas sebagai pelatih para karyawan pabrik,” kata Chen dalam keterangannya di Karawang seperti dikutip, Rabu (13/9/2023).
Menurut Chen, para Tenaga Kerja Asing (TKA) ini merupakan tenaga ahli dan mereka akan transfer skill serta teknologi kepada pekerja lokal. “Jadi untuk TKA itu akan memberikan arahan dan pelatihan, setelah itu mereka akan kembali ke negaranya,” ujar Chen
Pembangunan pabrik tahap kedua ini sudah berjalan dengan menggunakan intelligence factory, sehingga sesuai dengan standar industri yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
“Tentunya untuk pabrik yang dibangun adalah juga intelligence factory, smart factory, juga light house factory, serta Industri 4.0. Dengan demikian, kualitas yang lebih terjamin juga untuk ketepatan dan kecepatan di dalam produksi,” ujar Chen.
Apabila pembangunan pabrik tersebut sudah selesai, Sanny akan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang ada di Indonesia. Selain manufacturing ada juga nanti bagian tahap dan pengembangan, yaitu R&D, untuk menyesuaikan kondisi pasar di Indonesia.
Ke depan, menurut Chen, PT Sany Heavy Machinery akan terus meningkatkan teknologi pada alat berat produksi Sany di Indonesia. Di Tiongkok sendiri Sany telah mempunyai alat berat dengan tenaga listrik.
“Kami masih melihat perkembangan dan kebutuhan alat berat di Indonesia, apakah memang eskavator dan maining truck tenaga listrik di butuhkan atau masih menggunakan mesin berbahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE),” ujar Chen.
Mengenai konsumen, dia mengatakan, sejumlah pulau di Indonesia sudah banyak yang memakai produk-produk asal perusahaan Sany tersebut. “Untuk unit-unit kami sudah terkirim ke berbagai pulau di Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dan unit-unit Sany sudah ada di banyak negara ini. Untuk market share, Indonesia sudah melebihi Amerika Serikat dan Eropa,” kata dia.
