Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi bergerak sideways.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 14 September 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Pada perdagangan semalam (13/9) bursa AS ditutup mixed. Dow Jones turun 0,20%, S&P 500 naik 0,12% dan Kospi +0,29%. Dow melemah di tengah rilis data inflasi inti bulan Agustus yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Dari pasar komoditas ditutup cenderung menguat. Minyak naik 0,02% ke level USD 88,79/bbl, emas turun 0,27% ke level USD 1.930,90/toz, nikel naik 1,22% ke level USD 20.139,50, batubara +2,04% ke level USD 162,25/ton, dan CPO naik 1,06% ke level MYR 3.727.
Pasar regional kemarin (13/9) ditutup melemah. Nikkei turun 0,21%, Hangseng 0,09% dan Shanghai 0,45%.
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup flat 0,02% ke level 6.935,48 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell Rp 1,76 triliun. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 618 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 1,14 triliun. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 216,9 miliar), BBRI (Rp 47,3 miliar), dan TLKM (Rp 43,8 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan MEDC (Rp 20,3 miliar), ASII (Rp 15 miliar), dan SGER (Rp 14,8 miliar). Top leading movers emiten BBRI, PGAS, TPIA, sementara top lagging movers emiten MEGA, BMRI, GOTO.
Pagi ini bursa regional dibuka mixed, Nikkei turun 0,10%, sebaliknya Kospi naik 0,38%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways seiring mixed sentimen bursa global dan regional,” demikian tertulis.
