Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Selasa (12/5/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Senin (11 Mei): Dow +0,19%, S&P 500 +0,19%, dan Nasdaq +0,10%. Saham AS sedikit naik, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor baru karena saham chip naik dan harga minyak naik di tengah ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 1,36% menjadi 4,413%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,06% menjadi 97,96.
Pasar komoditas juga ditutup lebih tinggi pada hari Senin (11 Mei): Minyak mentah WTI naik 2,78% menjadi USD 98,07/bbl, minyak mentah Brent naik 2,88% menjadi USD 104,21/bbl, batu bara naik 1,45% menjadi USD 136,40/ton, CPO naik 0,24% menjadi MYR 4.516/ton, dan emas naik 0,44% menjadi USD 4.736/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Senin (11 Mei): Hang Seng naik 0,05%, Nikkei turun 0,47%, dan Shanghai naik 1,08%.
JCI turun 0,92% menjadi 6.905,62, dengan penjualan bersih asing sebesar IDR 751,0 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 659,1 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 91,9 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BMRI (Rp 334,7 miliar), DSSA (Rp 115,8 miliar), dan BRPT (Rp 89,8 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di MAPI (Rp 83,4 miliar), ADRO (Rp 47,8 miliar), dan INCO (Rp 44,2 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah MORA, BYAN, dan ASII, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan tertinggal adalah BMRI, DSSA, dan BREN.
Pagi ini, baik KOSPI (+1,36%) dan NIKKEI (+0,66%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif di pasar regional dan global,” demikian isi kesimpulan hasil riset.
