Jakarta, TopBusiness – Seiring dengan transformasi digital yang dilakukan perseroan, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan kontribusi penjualan online melalui Kimia Farma Apotek (KFA) Official Store pada 2023 naik hingga 50 persen.
Selama Februari – Agustus 2023, BUMN farmasi ini mencatat peningkatan penjualan secara bulanan yang signifikan serta menurunkan persentase kegagalan transaksi dari 40 persen hingga 3 persen.
Direktur Operasional Kimia Farma (KAEF) Muhardiman menyebut ini menjadi bukti nyata transformasi digital yang dilakukan oleh perseroan, salah satunya melalui e-commerce Tokopedia, yaitu Kimia Farma Apotek (KFA) Official Store.
“”Itu berarti produk-produk KFA sangat kompetitif dan diminati pelanggan. KFA menargetkan kontribusi penjualan ke depan melalui platform online dapat terus meningkat hingga 50 persen,” ungkap Muhardiman dalam keterangan pers, Senin (25/9/2023).
Sebagai salah satu ritel farmasi terbesar, Kimia Farma Apotek Official Store di Tokopedia memiliki sekitar 4.500 SKU. Selain itu, dari sisi produk, KFA tidak hanya menyediakan obat- obatan, tetapi juga vitamin, suplemen, kosmetik, produk perawatan tubuh, alat kesehatan, dan lainnya. Hal itu sejalan dengan transformasi dengan slogan Ingat Sehat Ingat Kimia Farma.
Bahkan atas prestasi itu, Kimia Farma Apotek berhasil meraih penghargaan sebagai top seller dalam ajang Top Seller Fest 2023 yang digelar oleh perusahaan teknologi Indonesia, Tokopedia. KFA meraih peringkat pertama pada kategori kebutuhan sehari-hari di Top Seller Fest 2023 yang diikuti oleh lebih dari 35 ribu seller Tokopedia. Penilaian itu berdasarkan berbagai kriteria, salah satunya pertumbuhan pendapatan dan pemesanan di Tokopedia selama periode 1 Juni sampai 31 Agustus 2023.
Selain tetap mempertahankan offline store sebagai garda terdepan dalam pelayanan pelanggan, Kimia Farma siap meningkatkan kuantitas dan kualitas produk serta pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pilihan produk, sehingga pelanggan dapat memenuhi kebutuhan kesehatannya. Demikian juga kualitas pelayanan terus diperbaiki untuk memuaskan pengalaman berbelanja pada konsumen,” kata dia.
Dia menjelaskan, pasar farmasi dan kesehatan di tanah air dinilai sangat kompetitif, tetapi peluangnya juga besar seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita, perubahan gaya hidup, dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat. Selain itu pertumbuhan populasi dan peningkatan prevalensi penyakit kronis juga berkontribusi pada pertumbuhan pasar.
Menurut dia, upaya keras melalui marketplace bukan berarti meninggalkan offline platform. KFA terus melakukan transformasi termasuk mengubah jaringan outlet menjadi lebih menarik, modern, dan higienis sehingga menjadi perusahaan integrated healthcare ecosystem. Untuk memperkuat posisinya sebagai pusat healthcare di tanah air, KFA juga terus melakukan ekspansi sehingga saat ini memiliki total 1.247 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Dalam proses digitalisasi ini, KFA memiliki footprint fisik yang sangat kuat. Dengan 1.800 jaringan outlet secara offline di seluruh Indonesia yang meliputi apotek, klinik, hingga vending machines, KFA sangat percaya diri untuk mengembangkan layanan online. Inilah kekuatan strategi omnichannel kami,” ujar Muhardiman.
