Jakarta, TopBusiness – PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) melaksanakan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/10/2023). Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri distribusi minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dan pengolahannya melalui Anak Perusahaan, PT Lovina Industri Sukses.
Perseroan merupakan pionir Craft Beer & Craft Spirit di Indonesia dengan ciri khas produk yang unik dan berkualitas karena menggunakan standar bahan baku terbaik.
Perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 29 September 2023. Selama masa penawaran umum perdana saham pada tanggal 03 – 06 Oktober 2023, penawaran saham PT Lovina Beach Brewery Tbk mendapatkan respon yang sangat positif dari para investor terbukti dengan tercapainya kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 152 kali dari nilai penjatahan terpusat.
Dalam aksi korporasi ini, PT Lovina Beach Brewery Tbk menawarkan saham sebanyak 1.180.000.000 saham melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. PT Artha Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan (IPO) ini.
Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi calon investor yang membeli saham pada Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan ini. Setiap pemegang 100 saham baru Perseroan berhak memperoleh 275 waran dimana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama 1 tahun sejak pencatatan. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 250,- per lembar. Dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, apabila dilaksanakan seluruhnya oleh pemegang saham adalah sebesar Rp811.250.000.000 yang mana seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan untuk modal kerja. Masa pelaksanaan waran mulai tanggal 10 April 2024 sampai dengan 9 Oktober 2024.
Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini sebesar Rp118 miliar setelah dikurangi dengan biaya IPO, rencananya sekitar 54,73% akan digunakan dalam bentuk penyetoran modal kepada Anak Perusahaan dengan rincian sekitar 56,00% digunakan untuk untuk pembelian peralatan mesin canning dan tangki untuk produksi beer dan spirit, sekitar 24,00% digunakan untuk program Research and Development dalam pengembangan kategori produk baru dan untuk pengembangan sumber daya manusia terkait dengan produk baru, sekitar 20,00% digunakan untuk biaya operasional dan/atau modal kerja Anak Perusahaan. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Bona Budhisurya, Direktur Utama STRK menjelaskan bahwa rencana Penawaran Umum Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), merupakan salah satu langkah yang dilakukan guna untuk Perseroan dalam mengembangkan usaha Perseroan ke depan, agar target yang telah ditetapkan oleh Perseroan dapat terealisasi.
Selain itu, tujuan Perseroan melakukan IPO juga guna untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Perseroan agar Perseroan memiliki Good Corporate Governance (GCG) yang baik.
“Dengan diperolehnya dana dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, yang akan digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana oleh Perseroan maupun Anak Perusahaan, produksi maupun distribusi produk Perseroan akan meningkat,” kata Bona, Selasa (10/10/2023).
“Pengembangan yang akan dilakukan oleh Perseroan tersebut akan menopang penjualan Perseroan ke depannya yang pada akhirnya akan meningkatkan laba Perseroan di masa yang akan datang. Selain itu dengan diperolehnya dana hasil IPO, Perseroan akan memiliki struktur permodalan yang semakin sehat,” ungkapnya.
