Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways hari ini.
Penelitian Harian Samuel, Senin, 16 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Pada penutupan Jumat lalu (13/10), pasar AS bergerak sideways. Dow Jones menguat 0,12%, sebaliknya S&P 500 melemah 0,5%, dan Nasdaq 1,23%. Penurunan terjadi dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Pasar komoditas terpantau menguat pada Jumat (13/10) kemarin. Minyak WTI menguat 5,77% ke level USD 87,69/bbl, batubara 4,67% di level USD 140,2/ton, nikel 0,85% ke level USD 18.436 dan CPO 2,64% ke level MYR 3.733. Harga emas terpantau +3,11% ke level USD 1.942/toz.
Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (13/10) kemarin. Kospi melemah 0,95%, diikuti Nikkei 0,55%, Hang Seng 2,33%, dan Shanghai 0,64%.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.926,8. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup ikut melemah 0,01% ke level 214. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 149,4 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 124,5 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net buy asing Rp 24,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi BREN (Rp 70,9 miliar), TLKM (Rp 66,4 miliar), dan ASII (Rp 49,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat BMRI (Rp 114 miliar), GOTO (Rp 95,6 miliar), dan MEDC (Rp 57,3 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXINFRA, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXTECH. Top leading movers emiten adalah BREN, TLKM, BBCA, sementara top lagging movers emiten adalah GOTO, BBNI, BBRI.
Pagi ini Nikkei melemah 1,8% dan Kospi 0,37%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian isi laporan.
