Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi bergerak melemah.
Penelitian Harian Samuel, Jumat, 20 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (19/10). Dow Jones -0,75%, diikuti S&P 500 0,85% dan Nasdaq 0,96%. Pasar AS bergerak melemah, seiring dengan pidato Jerome Powell yang mengatakan akan ada potensi menaikkan suku bunga lagi dan yield UST 10Y mencapai 5,0%.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Minyak menguat 2,34% ke level USD 90,3/bbl, batubara melemah 2,50% di level USD 136,5/ton, nikel melemah 0,20% ke level USD 18.557 dan CPO -1,34% di level MYR 3.746. Sedangkan harga emas terpantau +1,37% ke level USD 1.986/toz.
Bursa Asia pada Kamis (19/10) ditutup melemah. Nikkei turun 1,91%, Hang Seng 2,46%, dan Shanghai 1,74%.
IHSG ditutup melemah 1,18% ke level 6.846,3 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.053,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.022,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 30,5 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 462,2 miliar), BBRI (Rp 238.4 miliar), dan BMRI (Rp 232,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ADRO (Rp 37,1 miliar), AMMN (Rp 33,2 miliar), dan GOTO (Rp 31,6 miliar). Top leading movers emiten BREN, AMMN, GOTO, sementara top lagging movers emiten BBRI, BMRI, BRPT.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,66% dan KOSPI -1,00%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertera dalam laporan.
