TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Teten: Bagi UMKM, Pemasaran Omnichannel bisa Jangkau Konsumen Lebih Luas

Busthomi
25 October 2023 | 11:06
rubrik: Business Info
Teten: Bagi UMKM, Pemasaran Omnichannel bisa Jangkau Konsumen Lebih Luas

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusisness – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diminta terus berkreasi dan inovasi dalam memasarkan produknya. Selain cara konvensional, lewat cara-cara digital saat ini sangat dianjurkan. Bahkan, bisa jadi penggabungan cara keduanaya tersebut atau perpaduan pemasaran offline-online dinilai menjadi pilihan tepat. Dan cara ketiga tersebut yang dewasa ini dikenal omnichannel.

Hal ini pun disampaikan oleh Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM Indonesia saat menjadi pembicara di acara GDP Venture Power Lunch dengan tema “Omnichannel Trends: Meeting the Modern Shopper’s Preferences,” di Jakarta, Selasa (24/10/2023).

“Keragaman produk UMKM semakin diakui dan diapresiasi oleh masyarakat Indonesia. Pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mendukung dan melindungi UMKM di Indonesia, termasuk dukungan konsisten Pemerintah mengalokasikan 40% dari anggaran untuk belanja produk lokal,” katanya.

Selain itu, lanjut Teten, upaya perlindungan UMKM juga terwujud melalui peraturan yang jelas, mencakup aspek teknologi, platform, dan jenis distribusi.

“Melalui platform e-commerce resmi, UMKM juga dapat menjangkau konsumen lebih luas, meningkatkan popularitas produk, dan membuka peluang baru. Kombinasi saluran offline-online yang menarik perhatian konsumen dengan produk lokal yang berkualitas dapat signifikan meningkatkan pendapatan para UMKM. Sekarang saatnya Flexing Lokal,” ungkap Teten.

Senada dengan Teten Masduki, sebagai platform e-commerce yang mendukung perkembangan produk lokal, Blibli berpendapat, dalam menghadapi dinamika pasar, terutama dengan perubahan tren konsumen di Indonesia yang terus berubah, Blibli memahami bahwa keinginan berbelanja secara offline kembali meningkat seiring berjalannya waktu.

Hal ini sejalan dengan semangat ‘Simplify to Amplify’ Blibli sebagai pelopor ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup terintegrasi.

“Blibli berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan pengalaman belanja yang mudah, aman, dan relevan dengan berbagai preferensi online maupun offline tanpa tipu-tipu. Blibli akan terus memberikan dukungan maksimal untuk produk lokal agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Fransisca Krisanti Nugraha selaku Group Head Groceries & Lifestyle Blibli.

BACA JUGA:   Mantap, 22,81 Juta UMKM sudah Terhubung Platform Digital

Helmy Herman selaku Regional Account Director, Worldpanel Division, Kantar Asia, secara keseluruhan, keberadaan saluran online dan offline dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan konsumen, masing-masing menyediakan pilihan kenyamanan berbelanja yang berbeda.

Contohnya, dalam sektor FMCG, kata dia, lebih dari 50% konsumen berbelanja di lebih dari empat saluran, mencakup baik saluran offline maupun online. Hal ini mengindikasikan bahwa tren omnichannel akan terus berkembang, terutama seiring meningkatnya akses internet di berbagai daerah.

“Namun, keselarasan dengan preferensi konsumen perlu menjadi fokus bagi pelaku usaha agar dapat memberikan pengalaman belanja terbaik melalui berbagai saluran yang tersedia,” ungkap Helmy.

Di tempat yang sama, Dimas Harry Priawan, Co-founder & CEO Dekoruma berpendapat bahwa tren yang sama berlaku pada industri furnitur dimana kebiasaan konsumen tetap membutuhkan rasa kepercayaan yang lebih dalam menentukan produknya.

“Kami mengadopsi strategi omnichannel untuk memperluas penjualan sebagai respons terhadap permintaan konsumen yang menginginkan pengalaman langsung dalam melihat dan merasakan produk furnitur kami sebelum melakukan pembelian.”

“Karena untuk kualitas, material dan kenyamanan sangat sulit sekali didapatkan dari online saja. Selain itu, dengan tujuan mengembangkan bisnis di luar kota-kota besar, kehadiran saluran offline tetap krusial karena penetrasi online dan e-commerce masih belum sekuat di daerah-daerah tersebut,” tandasnya.

Yukka Harlanda, CEO Brodo menambahkan, Brodo sendiri yang merupakan merek yang berasal dari dunia digital, saat ini sedang meluaskan keberadaannya ke dunia offline. Mereka menyadari potensi besar yang ada di depan. Baginya, setiap saluran, baik online maupun offline, memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

“Dengan populasi Indonesia yang besar, terutama di kalangan muda dengan kelas menengah yang terus berkembang, pendapatan yang meningkat, dan minat yang tinggi dalam dunia mode, potensi ekspansi menjadi sangat menjanjikan. Strategi omnichannel menjadi pilihan yang menarik untuk memenuhi berbagai preferensi berbelanja konsumen Indonesia,” pungkas Yukka.

Tags: GDP Venturemenkop ukmpemasaran digitalpemasaran omnichannelpenggabungan offline-onlineteten masduki
Previous Post

Erick Perkuat BUMN Kesehatan dan Ultra Mikro

Next Post

LRT Munculkan Peluang Bagi Pengembang dan Penyewa Perkantoran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR