Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, mungkin bergerak turun.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 26 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Hari Ini Mungkin Turun.
Saham AS ditutup melemah pada Rabu (25/10). Dow Jones -0,32%, S&P 500 -1,43% dan Nasdaq -2,43%. Pasar kehilangan tenaga menyusul rilis hasil mengecewakan dari Alphabet (yang turun -9%), dan lonjakan imbal hasil UST memberikan tekanan lebih besar pada saham.
Pasar komoditas cukup beragam: Minyak WTI +1,69% menjadi USD 85,23/bbl, emas +0.60% menjadi USD 1.993,2/toz, nikel -0,56% menjadi USD 18.243,50, batu bara -1,04% menjadi USD 133,25/ton, dan CPO +0,38% menjadi MYR 3.682.
Pasar Asia ditutup menguat, Nikkei +0,67%, Hang Seng 0,55%, dan Shanghai 0,40%.
IHSG mengakhiri sesi Rabu di level 6.834,39 (+0,41%), dengan investor asing mencatatkan total net sell Rp 243,8 miliar; Rp168,1 miliar di pasar reguler dan Rp75,7 miliar di pasar negosiasi. Foreign outflow terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 116,4 miliar), disusul BBNI (Rp 93,2 miliar), dan ASII (Rp 75,6 miliar). Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh UNTR (Rp 114,4 miliar), disusul BBCA (Rp 103.4 miliar), dan AMMN (Rp 57,4 miliar). Top lead mover adalah BMRI, BBRI, dan SMMA, sedangkan top lagging mover adalah GOTO, TLKM, dan KLBF.
Pasar regional dibuka melemah pagi ini. Nikkei melemah 1,17% dan Kospi menguat 0,23%. “Kami perkirakan IHSG akan melemah hari ini, mengingat beragamnya sentimen di pasar global dan regional,” demikian tertulis.
