
Jakarta, businessnews.id — Sepanjang tahun 2013, produksi padi mengalami peningkatan sebesar 2,24 juta atau tumbuh 3,24 persen menjadi 71,29 juta ton GKG (gabah kering giling). Hal itu disebabkan kenaikan luas panen seluas 391,69 hektar atau 2,91 persen. Dan kenaikan produktivitas sebesar 0,16 kuintal per hektar atau 0,31 persen.
Menurut Deputi Produksi BPS (Badan Pusat Statistik) Adi Lumaksono, kenaikan produksi pada tahun 2013 terjadi pada subround Januari-April sebesar 0,27 juta ton atau 0,83 persen. Dan subround September-Desember sebesar 2,54 juta ton atau 19,00 persen.
“Namun ini masih angka sementara,“ terangnya dalam konferensi pers di BPS, Jakarta, hari ini.
Ditambahkannya, kenaikan produksi padi pada tahun 2013 relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Barat, Sumatera Selatan, Banten, Aceh, Kalimantan Barat. Namun, juga terjadi penurunan produksi padi relatif besar di Provinsi Jawa Timur, Riau, Kalimantan Selatan, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kesempatan yang sama, Adi juga menjelaskan terjadinya penurunan produksi Jagung di tahun 2013 sebesar 5,54 persen menjadi 18,51 juta ton. Selain itu, produksi kedelai juga turun 7,47 persen menjadi 780.160 ton. (ABDUL AZIZ)