Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup naik 0.35% Jumat kemarin, tapi disertai dengan net sell asing Rp303 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, dan MDKA.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi sideways cenderung melemah terbatas. “Level support IHSG berada di 7080-7130 dan level resist IHSG berada di 7180-7200,” ungkap dia, Senin (11/12/2023).
Wall Street mencatat penguatan. Pada Jumat lalu indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,36%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,41%, sementara indeks Nasdaq turut menguat sebesar 0,45%.
Ketiga bursa mencatat kenaikan sepanjang minggu lalu. Non-farm payroll pada November 2023 mencapai 199.000, di atas ekspektasi.
Tingkat pengangguran November 2023 turun menjadi 3,7% dari 3,9% pada bulan sebelumnya, di bawah perkiraan. Saham Boeing, FedEx dan Costco mencapai level tertinggi baru tahun ini.
Bursa Asia Pasifik bergerak variatif. Pada Jumat lalu bursa di kawasan regional Asia Pasifik mencatat pergerakan beragam. Di antara yang mencatat koreksi signiifkan adalah Nikkei sebesar 1,68%, sementara di sisi lain bursa yang menguat cukup signifikan di antaranya STI Index dan Kospi.
Jepang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar -0,7% QoQ pada 3Q23, lebih buruk dari perkiraan. Indonesia mengumumkan indeks keyakinan konsumen sebesar 123,6 untuk November 2023, turun dibandingkan bulan sebelumnya.
Taiwan melaporkan surplus neraca perdagangan (balance of trade) sebesar USD 9,8 miliar untuk November 2023, di atas perkiraan.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Senin (11/12):
1. BBRI: Spec Buy
Area beli di 5350, cutloss jika break di bawah 5300. Jika tidak break di bawah 5350, potensi naik dengan area jual di 5425-5500 short term.
2. BRMS: Spec Buy
Area beli di 190, cutloss jika break di bawah 187. Jika tidak break di bawah 190, potensi naik dengan area jual di 198-208 short term.
3. ASII: Spec Buy
Area beli di 5675, cutloss jika break di bawah 5600. Jika tidak break di bawah 5600, potensi naik dengan area jual di 5750-5800 short term.
4. BRIS: Spec Buy
Area beli di 1675, cutloss jika break di bawah 1645. Jika tidak break di bawah 1645, potensi naik dengan area jual di 1715-1740 short term.
5. BFIN: Spec Buy
Area beli di 1125, cutloss jika break di bawah 1100. Jika tidak break di bawah 1100, potensi naik dengan area jual di 1150-1180 short term.
6. CPIN: Spec Buy
Area beli di 5000, cutloss jika break di bawah 4950. Jika tidak break di bawah 4950, potensi naik dengan area jual di 5100-5150 short term.
