Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (7/02/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Bursa AS ditutup menguat pada Selasa (06/02). Dow Jones +0,37%, S&P 500 0,23% dan Nasdaq 0,07%. Wall Street ditutup menguat tipis setelah pasar menimbang kapan kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga serta laporan keuangan yang baik dari beberapa perusahaan, seperti Palantir Technologies dan Spotify Technology.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Selasa (06/02). Minyak +0,73% ke level USD 73,31/bbl, batubara +0,00% ke level USD 119,00/ton, nikel -0,29% ke level USD 15,948, CPO +1,11% di level MYR 3.841, dan harga emas +0,49% ke level USD 2.051,40/toz.
Pasar Asia bergerak mixed pada Selasa (06/02). Nikkei -0,53%, Hang Seng +4,04%, Shanghai +3,23%, dan KOSPI -0,58%.
IHSG mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup di level 7.247,4 (+0,68%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 764,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 719,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 44,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 184,4 miliar), BBCA (Rp 128 miliar), dan BMRI (Rp 102,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh GOTO (Rp 137,3 miliar), INCO (Rp 50,4 miliar), dan MDKA (Rp 30,8 miliar).Top leading movers emiten BREN, BBRI, BBCA, sementara top lagging movers emiten DCII, DSSA, INCO.
Pagi ini NIKKEI dibuka -0,50% dan KOSPI +0,58%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways hari ini, seiring dengan sentimen mixed dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
