TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG di Awal Pekan Berpotensi Menguat

Agus Haryanto
12 February 2024 | 04:16
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat.

Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (12/02/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.

Pada penutupan Jumat lalu (9/2), pasar AS bergerak sideways. Dow Jones melemah 0,14%, S&P 500 menguat 0,57%, dan Nasdaq +1,25%. Ketiga indeks utama pasar AS kembali mencatatkan kenaikan mingguan (yang ke-14 dari 15 minggu terakhir), didukung oleh musim laporan keuangan yang memuaskan dan data ekonomi yang solid.

Pasar komoditas terpantau sideways pada Jumat (9/2) kemarin. Minyak WTI menguat 0,81% ke level USD 76,84/bbl, Brent +0,69% ke level USD 82,2/bbl, harga batubara stagnan 0,0% di level USD 126,6/ton, dan CPO menguat 0,18% ke level MYR 3.881. Harga emas terpantau melemah 0,45% ke level USD 2.038,7/toz.

Bursa Asia bergerak sideways pada Jumat (9/2) kemarin. Kospi menguat 0,41%, Nikkei 0,09%, sebaliknya Hang Seng melemah 0,83%, dan Shanghai menguat 1,28%.

IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 7.235,2 pada Rabu kemarin. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga ditutup melemah 0,52% ke level 210,2. Investor asing pada Rabu kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1,43 trilliun. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1,23 trilliun, dan pasar negosiasi mencatatkan net buy asing Rp 140,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBRI (Rp 355,8 miliar), BBCA (Rp 268 miliar), dan BMRI (Rp 265,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat BREN (Rp 20,2 miliar), CUAN (Rp 16 miliar), dan GOTO (Rp 15,5 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXTRANS, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXBASIC. Top leading movers emiten adalah BMRI, BBCA, ASII, sementara top lagging movers emiten BREN, TPIA, KLBF.

BACA JUGA:   50 Tahun, Kolaborasi Gudang Garam-Kemenhub di Bandara Kediri

Pagi ini Nikkei menguat 0,09% dan Kospi 0,41%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sidewayspada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Potret Kinerja, Inovasi, dan Kontribusi BPR Artha Perwira Purbalingga

Next Post

PUPR Selesaikan Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR