Jakarta, TopBusiness – Kembali terpilih sebagai salah satu finalis ajang TOP BUMD Awards 2024, Perumda BPR Artha Perwira Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah telah menyelesaikan salah satu tahap penting, yakni wawancara penjurian. Hadir ketika itu, Direktur Utama Perumda BPR Artha Perwira, Yulan Setiawan ditemani unsur dari manajemen lainnya.
Di awal paparan, Yulan mengungkap visi perusahaan, yakni mewujudkan bank yang sehat, profesional, terpercaya dan menjadi kebanggaan masyarakat Purbalingga.
“Perumda Artha Perwira ini merupakan (bank) 100% milik pemerintah daerah, yang mudah-mudahan ke depan ini Perumda Artha Perwira selalu bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ada empat misi yang diemban BPR Artha Perwira, antara lain mengupayakan Tingkat Kesehatan Bank selalu dalam kondisi sehat. “(Alhamdulillah sampai dengan posisi Desember bank kami dalam kondisi sehat,” ungkap Yulan.
Selanjutnya BPR Artha Perwira juga memiliki misi meningkatkan kualitas SDM dengan menyertakan sertifikasi profesi pendidikan dan pelatihan.
“Hal ini sangat penting dikarenakan SDM merupakan sumber utama bagaimana perkembangan dan pertumbuhan bank untuk bisa meningkatkan tingkat profesionalisme sumber daya manusia sehingga dalam pengelolaan lembaga ini sesuai dengan yang kita harapkan,” jelas Yulan.
Lalu, misi yang ketiga adalah terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan Teknologi Informasi demi menunjang pertumbuhan bank. “Di mana bank semakin ke sini perlu digitalisasi, Alhamdulillah kami sudah mempunyai core banking. Core banking kami kini sudah real time, jadi dari kantor kas, kantor cabang bisa terkoneksi dengan kantor pusat,” tandasnya.
Misi keempat, adalah turu serta dalam pembangunan Kabupaten Purbalingga.
“Alhamdulillah sampai dengan 2023 kami masih bisa memberikan dividen yang telah ditentukan oleh pemilik,” ungkapnya.
Dalam paparannya di hadapan dewan juri, Yulan juga mengungkap secara umum strategi yang dijalankan perusahaan, di antaranya adalah melakukan perbaikan kualitas kredit dengan menekan Non Performing Loan (NPL) secara optimal agar sesuai dengan ketentuan yang ada.
“Di mana dengan (kondisi) pasca Covid yang katanya perekonomian sudah membaik, tetapi sektor UMKM ini belum begitu bagus-bagus amat. Makanya kita betul-betul me-mapping permasalahan-permasalahan non performing loan dengan dibentuknya Sub-Asset Management unit,” ujar Yulan.
Strategi selanjutnya adalah meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) untuk memperkuat likuiditas pembiayaan.
“Kembali lagi saya sampaikan tadi bahwa core banking kita sudah terkoneksi dengan digitalisasi, bahwa petugas-petugas kami yang ada di pasar, kami sudah menerapkan e-collector. Di mana dengan e-collector sudah bisa terakses kepada core banking yang ada di pusat, tujuannya untuk meminimalkan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan atau tidak masuk dalam pencatatan-pencatatan. Kalau tidak manualkan,” jelasnya.
BPR Artha Perwira juga memiliki strategi jangka pendek berupa meningkatkan portofilio kredit dengan melakukan optimalisasi fungsi intermediasi pada segemen ultra mikro dan mikro yang masih belum optimal. “Diketahui bahwa situasi memang masih concern di dalam pembiayaan di mikro, karena besarannya sampai saat ini sebesar 65% posisi pembiayaan kami ada di mikro,” jelas Yulan lagi.
Selain itu, strategi yang dibidik perusahaan adalah melakukan recomputing biaya dana sebagai upaya efisiensi dengan tetap memperhatikan lingkungan eksternal bisnis, sehingga tetap memiliki daya saing.
Kinerja
Ini juga menjadi salah satu bagian menarik yang diungkap BPR Artha Perwira dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang digelar pada Selasa (6/2/2024) adalah mengenai capaian perusahaan. Secara umum dari sisi kinerja kondisi BPR Artha Perwira dalam kondisi sehat.
“(Pada) periode 31 Desember 2023, Alhamdulillah sehat, yang perlu kita cermati tadi di sisi NPL. NPL Gross (kami) masih 8,96%, NPL Netto-nya masih 6,01. Dikarenakan relaksasi pada pencabutan relaksasi di POJK 33 ini betul-betul kami lakukan. Jadi, uji kelayakan debitur-debitur yang tidak ada ketahanan di Covid-19, memang langsung kami adjust pada kondisi macet,” jelas Yulan.
Perkembangan-perkembangan kinerja lainnya, disebutkan bahwa kredit yang diberikan dari target yang di rencana bisnis bank (RBB) sebesar Rp120 miliar direalisasi Rp111 miliar (92,35%). Hal ini disebut Yulan karena perusahaan melakukan kehati-hatian yang sekarang perlu sekali aspek prudent yang harus dilakukan.
“Kalau tabungannya (realisasinya) ini 93%, deposito 102%. Ini masyarakat Purbalingga masih senang kepada deposito karena rate-nya lebih tinggi dari simpanan. Dan untuk laba seharusnya Rp7 miliar, kita kepegangnya Rp5,227 miliar,” ujar dia.
“Kenapa tidak tercapai? tidak tercapainya ini salah satu indikatornya adalah di samping kredit kami perlu kehati-hatian ada adjustment dari OJK di mana pada yang tidak bisa bertahan pasca covid ini turun ke macet, sehingga terjadinya pembentukan PPAP yang nilainya sampai Rp1,7 miliar. Namun demikian labanya masih bisa kepegang Rp4 miliar, yang harusnya laba bersihnya itu Rp5,9 miliar,” jelasnya.
Dari sisi kinerja aset disebut dari target yang direncanakan, yakni Rp149 miliar BPR Artha Perwira mampu mencapai Rp148 miliar (99%).
“Laba bersih yang kita kukuhkan pada posisi 2023 ini Rp4.198.391.317. Terjadi minus, penyebabnya adalah tadi yang kami sebutkan,” jelasnya.
Terbosan dan Kontribusi
Sebagaimana telah disebutkan, BPR Artha Perwira memiliki layanan digital perbankan berupa Mobile Colection System pengembangan dari Core Banking System.
“Kami meluncurkan e-mobile collection. Setiap AO itu ke pasar-pasar atau ke pasar tradisional ini membawa alat yang namanya e-Mobile Collection yang nantinya bisa terakses ke core banking yang ada di kantor pusat, sehingga dapat mengurangi hal-hal yang sifatnya pencatatan atau nasabah juga langsung dapat transaksi tercatat di dalam core banking. Ini inovasi yang kita lakukan, sehingga meminimalkan mungkin petugas-petugas nakal yang ada di lapangan,” jelas Yulan
Di samping itu, Yulan juga mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah setiap bulannya ada road show yang dilakukan bersama dengan Dinas Koperasi dan UMKM. Road show ini ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Purbalingga, dan pihaknya menyediadan booth atau stand di sana. Ini dimaksudkan adalah bagaimana literasi atau publikasi atau pemasaran meningkat untuk Artha Perwira di event-event tersebut.
Tidak ketinggalan dari sisi tata kelola, seperti diungkap Yulan, BPR Artha Perwira memiliki skor komposit adalah 2 lebih (baik).
Adapun dari sisi kontribusi, bank perkreditan milik Pemkab Purbalingga ini juga telah menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah.
“Kami sampai saat ini, masih bisa menyetorkan dividen, untuk tahun 2022 yang disetorkan di tahun 2023. Dari laba bersih untuk dividen ke pemilik ini sebanyak Rp2.933.860.000,00. Tahun ini terjadi penurunan, mungkin. Karena laba yang kami peroleh juga menurun dikarenakan turunnya tadi yang kami sampaikan di posisi awal,” pungkasnya.
Editor: Busthomi
