Jakarta, TopBusiness—BUMD (badan usaha milik daerah) milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yakni Bimex punya strategi dan rencana untuk tidak hanya bermain di pasar lokal. Tetapi, juga bermain di pasar regional atau pun internasional.
“Jadi, kami mencoba menjangkau area yang belum disentuh oleh BUMD lain,” kata Direktur Bimex, Handiro Efriawan, hari ini, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga.
Untuk ekspansi dalam area non-lokal tersebut, Bimex berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan lain. Itu terdiri dari perusahaan BUMD lainnya, perusahaan BUMN (badan usaha milik negara), perusahaan asing, dan lain-lain.
“Jadi, kami membuka akses pasar regional dan nasional. Sementara, untuk internasional, melalui perwakilan dan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di berbagai negara untuk mencapai target pasar potensial,” kata dia.
Untuk jasa energi, Bimex bekerjasama dengan PT Pertamina Retail terkait pasokan energi bagi masyarakat, seperti gas LPG . Selanjutnya sesuai dengan regulasi, akan dibangun SPBU untuk kebutuhan konsumsi aparatur sipil negara dan SPPBE.
Pada perdagangan umum sektor perkebunan, Bimex bekerjasama dengan PT Sinka Sinye Agrotama. Di sektor tekstil, bekerjasama dengan PT Sritex Group. Untuk perdagangan material konstruksi, Bimex bekerjasama dengan PT Semen Indonesia Group.
Handiro pun memberikan contoh lain untuk ekspansi kemitraan regional-nasional-multinasional. Di sini, untuk produk seperti kobi robusta Bengkulu, untuk tahap awal Bimex meluncurkan beberapa gerai Bencoolen Coffee di Malaysia (Putra Jaya, Kelantan, Kuala Trengganu, Negeri Sembilan, Johor).
Pun, 6-16 Februari 2023 melalui KBRI di Belanda, Perancis, Turki, Swiss, Belgia, Inggris, Spanyol, Italia, Portugal, Ceko, Jerman, dan Yunani, Bimex memulai pengembangan kemitraan bisnis yang lebih ekspansif.
“Awal tahun 2024, kami mengeksplorasi perdagangan sarang burung walet ke pasar internasional. Antara lain ke Hongkong, China, Vietnam, Singapura dan Malaysia,” begitulah ia menjelaskan.
Dalam kesempatan itu, Handiro pun memaparkan beberapa hal tentang kinerja keuangan Bimex. Ia, antara lain, menjelaskan bahwa untuk tahun 2023, Bimex membukukan pendapatan sebesar Rp8.639.460.000. Angka tersebut mencapai 99,12% dari target sebesar Rp8.715.600.000.
Bimex di tahun 2023 mendapatkan surplus anggaran sebesar Rp202.000.000. Sementara itu, sebelumnya ada defisit anggaran sebesar Rp247.662.168. “Tahun 2023, kami telah menyelesaikan 100% kewajiban kepada pihak ketiga.”
