TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tren IHSG Masih Sideway, Saham Ini Layak Koleksi

Busthomi
22 February 2024 | 08:28
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup turun 0.05% kemarin, dan disertai dengan net sell asing ~33.5 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, SMGR, AMMN, dan TLKM.

Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung menguat. “Dengan level resistance berada di kisaran 7370-7410 dan dengan level support berada di rentang 7280-7300,” ungkapnya, Kamis (22/2/2024).

Wall Street Mayoritas Menguat. Mayoritas indeks Wall Street menguat pada Rabu (21/1). Tapi Nasdaq Composite anjlok dan mencatatkan pelemahan tiga hari beruntun, karena para pedagang menantikan laporan pendapatan kuartalan terbaru Nvidia.

Dow Jones naik 48,44 poin (0,13%), sedangkan S&P 500 menguat 0,13%. Sementara, Nasdaq Composite jatuh 0,32%. Nvidia dijadwalkan untuk mempublikasikan hasil fiskal kuartal keempat setelah penutupan.

Kekhawatiran seputar valuasi Nvidia yang tinggi semakin meningkat menjelang pengumuman tersebut, karena saham pembuat chip tersebut telah melonjak hampir 230% selama setahun terakhir. Namun, saham Nvidia tercatat turun 2,85% pada perdagangan Rabu.

Sementara, saham Palo Alto Networks merosot 28,4% setelah perusahaan keamanan siber tersebut memangkas panduan pendapatan setahun penuhnya. Teknologi SolarEdge kehilangan sekitar 12,2%, turun karena panduan kuartal pertama yang lemah.

Risalah pertemuan The Fed Januari yang dirilis pada Rabu menunjukkan, para pejabat bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga.

Pejabat The Fed telah memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuan dan juga mengindikasikan bahwa tidak akan ada penurunan suku bunga sampai FOMC memiliki ‘keyakinan yang lebih besar’ bahwa inflasi sedang melambat.

Bursa Asia Mayoritas Melemah. Bursa Asia-Pasifik terpantau cenderung melemah pada perdagangan Rabu (21/2), mengikuti bursa saham AS yang melemah kemarin.

BACA JUGA:   Modifikasi Kilang Balikpapan Sesuai Target

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,26%, Topix melemah 0,19%, Straits Times Singapura terpangkas 0,83%, ASX 200 Australia tertekan 0,66%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,17%.

Sementara, Hang Seng Hong Kong menguat 1,57%, Shanghai Composite China naik 0,97%. Dari Jepang, data perdagangan periode Januari 2024 telah dirilis pada hari ini.

Neraca perdagangan Jepang kembali mengalami defisit yakni sebesar 1.758 triliun yen. Angka ini naik dari periode sebelumnya pada Desember 2023 yang mengalami defisit 1.925 triliun yen.

Hal ini karena impor Jepang yang kembali lesu, meski ekspor Jepang mengalami kenaikan. Di domestik, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 6,00% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Februari 2024 atau sepekan setelah penyelenggaraan Pemilu 2024.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Kamis (22/2):

1. ADRO: Spec Buy

Beli di 2420, cutloss jika break di bawah 2390. Jika tidak break di bawah 2390, potensi naik dengan area jual di 2460- 2480 short term.

2. MBMA: Buy if Break 650

Jual di 670-710. Area beli di 620, cutloss jika break di bawah 600.

3. TLKM: Buy on Weakness

Beli di 4160, cutloss jika break di bawah 4080. Jika tidak break di bawah 4080, potensi naik dengan area jual di 4250- 4300 short term.

4. JSMR: Buy if Break 4850

Jual di 4880-4950 short term. Area beli di 4740, cutloss jika break di bawah 4650.

5. MEDC: Spec Buy

Beli di 1180, cutloss jika break di bawah 1150. Jika tidak break di bawah 1150, potensi naik dengan area jual di 1220- 1240 short term.

BACA JUGA:   IHSG Diprediksi Konsolidasi, Ini Saham Disarankan di Pekan Ini

6. BFIN: Buy on Weakness

Beli di 1310, cutloss jika break di bawah 1290. Jika tidak break di bawah 1290, potensi naik dengan area jual di 1330- 1380 short term.

Tags: ihsgproyeksi sahamrekomendasi sahamsaham hari inisaham ihsg
Previous Post

BEI Suspensi KARW

Next Post

 Saham Astra Dijagokan Hari Ini oleh Analis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR