TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diprediksi Konsolidasi, Ini Saham Disarankan di Pekan Ini

Achmad Adhito
3 October 2023 | 16:39
rubrik: Capital Market
Saham-Waran Ini Distop untuk Cooling Down

Ilustrasi Bursa Saham/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Analis saham dari Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani, menganalisis tentang tentang potensi market pada minggu ini.

Dalam riset terbaru yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness, Dimas memprediksi pergerakan IHSG pada pekan ini akan bergerak di zona konsolidasi dengan support di level 6.925 dan resist di 7.000. Hal itu dengan tiga sentimen utamanya yang wajib diperhatikan yakni resolusi anggaran US, inflasi tahunan Indonesia dan data ketenagakerjaan US.

Terkait resolusi anggaran US, jelasnya, pada minggu kemarin pasar menghadapi sentimen yang membuat pergerakan sangat volatil yaitu potensi government shutdown yang disebabkan pendanaan kepada pemerintah AS hingga akhir tahun fiskal ini.

“Meskipun pada Rabu kemarin para anggota parlemen sudah menunjukkan kemajuan, namun kepastian apakah pemerintah AS akan tetap mendapatkan pendanaan baru akan ditentukan awal pekan ini. Menurut Moody’s, apabila terjadi shutdown akan menjadi peristiwa yang negatif bagi AS dan global dan apabila terjadi shutdown maka AS berpotensi mengalami shutdown yang keempat kalinya dalam 1 dekade terakhir,” jelasnya.

Sementara itu terkait sentimen inflasi tahunan Indonesia, tingkat inflasi tahunan Indonesia untuk September turun di level 2,28% Vs 3,27% pada Agustus.

“Dampak kenaikan harga minyak mentah baru akan tercermin pada tingkat inflasi di Oktober, dimana tepat 1 Oktober ini pemerintah kembali menaikkan harga bensin non-subsidi. Namun begitu, tingkat inflasi saat ini sudah sesuai dengan target pemerintah yaitu 3% plus minus 1.”

Adapun sentimen data ketenagakerjaan US, terang Dimas, dalam 3 bulan terakhir data ketenagakerjaan AS (Non-Farming Payroll) mencatatkan angka di bawah ambang batas yang ditetapkan (200.000). Hal ini mengindikasikan pelonggaran bertahap kondisi tenaga kerja AS yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga The Fed.

BACA JUGA:   Potensi IHSG Rebound, Ada Saham Prayogo Pangestu yang Direkomendasikan ‘Beli’

“Pada September, non-farm payroll diperkirakan akan mencatatkan angka sebesar 163.000. Jika konsensus ini sesuai maka angka ini turun dari bulan sebelumnya yang berada di angka 187.000 dan diharapkan mampu membuat target inflasi AS segera tercapai.

Berkaca pada data-data ekonomi dan 3 sentimen menarik di atas, Dimas merekomendasikan 5 saham untuk trading pada minggu ini yang akan berlangsung hingga Jumat, 6 Oktober 2023.

Yakni Buy on Breakout AMMN (Support: 5.500, Resistance: 7.000), Buy on Breakout PANI (Support: 4.300, Resistance: 5.200), Buy on Breakout INKP (Support: 10.000, Resistance: 11.850), Buy on Breakout WIIM (Support: 2.500, Resistance: 3.100) dan Buy BBNI (Support: 10.200, Resistance: 10.600).

Tags: Indo premier sekuritasipotrekomendasi saham
Previous Post

‘Arsitek’ Rokok Mild Itu Telah Berpulang

Next Post

Fokus Genjot Aspek Keberlanjutan, PHE Gelar CID Upstream Award 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR