Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan berpotensi bergerak melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (29/02/2024) akhir pekan ini memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pada perdagangan Rabu malam (28/2), bursa AS ditutup melemah. Dow Jones -0,06%, S&P 500 0,17% dan Nasdaq 0,55%. Pergerakan pasar disebabkan karena investor masih menunggu rilis data inflasi Januari yang akan rilis minggu ini.
Dari pasar komoditas mayoritas menguat. Emas flat (+0,01%) ke level USD 2.044/toz, nikel +0,97% ke level USD 17.710, batubara 1,39% ke level USD 131/ton. Sedangkan minyak -0,42% ke level USD 78,5/bbl dan CPO -0,43% ke level MYR 3.907.
Bursa regional ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Nikkei +0,01%, Shanghai 1,29% dan Hang Seng 0,94%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,59 ke level 7.328,64 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy Rp 23,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy (Rp 186,4 miliar), dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing (Rp 162,7 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 197,1 miliar), BBRI (Rp 124,3 miliar), dan ITMA (Rp 68 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ASII (Rp 165,9 miliar), TLKM (Rp 30,3 miliar), dan BMRI (Rp 21,8 miliar). Top leading movers emiten BREN, BBRI, BBCA, sementara top lagging movers emiten GOTO, AMMN, MBMA.
Pagi ini bursa regional dibuka melemah, Kospi 0,33% dan Nikkei 0,69%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini seiring sentimen bursa global dan regional,” demikian tertulis.
