Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan alias Jakarta Composite Index (JCI) di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan turun hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (6/02/2026), memperlihatkan judul JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Kamis (5 Februari): Dow -1,20%, diikuti S&P 500 1,23%, dan Nasdaq 1,59%. Saham AS jatuh karena investor menarik diri dari aset yang lebih berisiko, menekan saham teknologi dan mata uang kripto di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 2,30% (-0,098%) menjadi 4,180%, sementara Indeks USD naik 0,32% menjadi 97,95.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Kamis (5 Februari). Minyak mentah WTI -1,98% menjadi USD 63,07/bbl, minyak mentah Brent -2,75% menjadi USD 67,55/bbl, batu bara +0,09% menjadi USD 117,60/ton, CPO -0,45% menjadi MYR 4.225/ton, dan emas -3,74% menjadi USD 4.779/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Kamis (5 Februari). Kospi -3,86%, Hang Seng +0,14%, Nikkei -0,88%, dan Shanghai -0,64%.
JCI turun 0,53% menjadi 8.103,9 dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 470,7 miliar; Rp -356,4 miliar di pasar reguler, dan Rp -114,3 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh ANTM (Rp 178,5 miliar), diikuti MDKA (Rp 114,4 miliar), dan BRIS (Rp 100,9 miliar). Arus masuk dana asing terbesar di pasar reguler tercatat BMRI (Rp 390,1 miliar), diikuti BBRI (Rp 124,1 miliar), dan ASII (Rp 118,9 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan terbesar adalah ASII, TPIA, BMRI, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih kecil adalah FILM, MORA, DSSA.
Pagi ini, baik KOSPI (-3,79%) maupun Nikkei (-0,88%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun mengingat sentimen negatif dari pasar global dan regional,” demikian tertera dalam situs.
