Jakarta, TopBusiness – – PT Bank Neo Commerce Tbk (IDX: BBYB) atau BNC menargetkan kenaikan kredit sepanjang 2024 ini minimal 20 persen dengan tetap dilakukan secara hati-hati dan terukur. Angka pertumbuhan kredit ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia.
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo, memaparkan, untuk mencapai target pertumbuhan kredit 20 persen, pihaknya akan memperluas akses layanan perbankan dengan terus melengkapi produk-produk dan layanannya, serta memperluas ekosistem dengan membuka kerja sama bersama mitra-mitra strategis. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan penghimpunan dana oleh masyarakat.
“Memasuki tahun keempat sejak transformasinya, BNC berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan daya saing Bank dalam upayanya memberikan pelayanan lebih optimal bagi masyarakat, dan pada akhirnya meningkatkan kredibilitas Bank sebagai bank dengan layanan digital yang menjadi pilihan masyarakat,” kata Aditya Windarwo dalam keterangannya, Rabu (6/3/2024).
BNC tahun 2023 memperlihatkan perbaikan kinerja operasional dan bisnis dengan terus mencatatkan berbagai pencapaian posisitif lewat penambahan fitur-fitur transaksi dan produk perbankan.
“Kami dalam tahap Road to Profitability. BNC berhasil menutup tahun 2023 dengan kinerja yang positif atas hasil dari penerapan prinsip kehati-hatian dan berbagai inisiatif yang kami lakukan,” ujar Aditya.
Hal ini terlihat terjadi peningkatan kualitas kredit yang baik, peningkatan pendapatan bunga, dan efisiensi operasional. “Perkembangan ini menjadi landasan yang kuat untuk membuat BNC lepas landas, kami optimis untuk mencanangkan dapat meraih laba sepanjang tahun di tahun 2024 ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan, di tahun ketiga setelah bertransformasi menjadi bank dengan layanan digital, BNC fokus pada penerapan kegiatan perbankan secara lebih prudent dan akuntabel.
Per 31 Desember 2023, BNC telah menyalurkan kredit sebesar Rp 10,78 triliun, naik 5,26 persen dibandingkan pada tahun 2022. Penyaluran kredit tersebut senantiasa dikelola dengan lebih terukur, hal ini terlihat dari Rasio Kredit Bermasalah atau NPL net yang sebesar 0,95 persen.
Dari sisi pendanaan, per 31 Desember 2023 perolehan Dana Pihak Ketiga BNC mencapai Rp13,87 triliun, dan berkomitmen untuk terus melengkapi produk dan layanan khususnya produk-produk tabungan serta memperluas ekosistemnya guna lebih meningkatkan komposisi CASA di tahun 2024 ini.
Sementara itu, komposisi Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami peningkatan menjadi 77,73 persen di tahun 2023 dari tahun sebelumnya yang sejumlah 70,89 persen.
Pencapaian-pencapaian tersebut di atas, meningkatkan Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) BNC secara tahunan (yoy) di tahun 2023 secara signifikan sebesar 86,32 persen atau menjadi Rp3,54 triliun jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar Rp1,90 triliun.
Pencapaian lainnya adalah rasio Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BNC tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 15,01 persen dari 127,28 persen dari periode yang sama di tahun 2022 menjadi sebesar 112,27 persen di tahun 2023.
Sedangkan dari sisi total aset mengalami sedikit penurunan dari sebesar Rp19,69 triliun di Desember 2022, menjadi Rp18,17 triliun di Desember 2023.
Hal ini menyebabkan BNC mencatatkan penurunan nilai kerugian yang cukup signifikan menjadi Rp573 miliar per Desember 2023 dari Rp789 miliar pada Desember 2022.
