Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (8/05/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup cenderung menguat pada Selasa (07/05). Dow Jones +0,08%, S&P 500 0,13% dan sebaliknya Nasdaq -0,10%. Wall Street ditutup menguat tipis saat investor memanfaatkan momentum data pekerjaan AS meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Selasa (07/05). Minyak -0,24% ke level USD 78,29/bbl, batubara +0,76% ke level USD 146,40/ton, nikel -0,58% ke level USD 19.135, CPO +1,73% di level MYR 3.930, dan harga emas -0,30% ke level USD 2.324/toz.
Pasar Asia bergerak cenderung menguat pada Selasa (07/05). Nikkei +1,57%, Hang Seng -0,53%, Shanghai +0,22%, dan KOSPI +2.16%.
IHSG mengakhiri sesi kemarin di level 7.123,6 (-0,17%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 715,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 684,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 31,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 500,6 miliar), BBCA (Rp 135,1 miliar), dan ASII (Rp 43,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh INCO (Rp 65,6 miliar), TLKM (Rp 62,8 miliar), dan BREN (Rp 39,7 miliar). Top leading movers emiten BREN, TLKM, MBMA, sementara top lagging movers emiten BBRI, GOTO, BBCA.
Pagi ini NIKKEI dibuka -0,16% dan KOSPI -0,24%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways hari ini, seiring dengan sentimen mixed dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
